Teropongpost, Kab. TANGERANG — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Kholid Ismail, menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses masa persidangan pertama tahun 2026 di Jalan Babussalam, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (5/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga untuk menyampaikan persoalan dan kebutuhan pembangunan yang memerlukan perhatian pemerintah daerah.
Reses DPRD Kabupaten Tangerang ini melibatkan masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) III. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai masukan, mulai dari persoalan lingkungan hingga kebutuhan pelayanan dasar yang dinilai perlu mendapat tindak lanjut melalui mekanisme pemerintahan daerah.
Ratusan kader dan simpatisan H. Kholid Ismail turut menghadiri pertemuan reses tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari forum komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus membuka ruang penyampaian aspirasi secara langsung mengenai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Dalam sambutannya, Kholid Ismail menegaskan bahwa reses tidak seharusnya dipahami hanya sebagai kegiatan formal yang dilaksanakan anggota legislatif pada masa persidangan. Menurut dia, kegiatan tersebut memiliki fungsi penting sebagai sarana menyerap kebutuhan masyarakat dan menghubungkannya dengan proses pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
“Reses ini merupakan jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah yang dijembatani oleh DPRD. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan di lingkungan sekitar agar menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan reses akan menjadi bahan bagi DPRD untuk menjalankan fungsi representasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai kewenangan kelembagaan. Dengan demikian, forum reses diharapkan tidak berhenti pada penyampaian pendapat, tetapi berlanjut pada proses pembahasan dan pengawalan usulan pembangunan.
Selain menyerap masukan warga, Kholid juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memberikan edukasi mengenai sejumlah sektor pelayanan publik yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat. Tiga bidang yang menjadi perhatian dalam kegiatan itu meliputi pendidikan, kesehatan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketiga sektor tersebut memiliki keterkaitan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan berperan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, kesehatan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, sedangkan pengembangan UMKM dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas kesempatan usaha di tingkat lokal.
Kholid juga mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, partisipasi warga diperlukan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
“Saya berharap masyarakat bisa ikut mengawasi dan menjadi bagian dari mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan, termasuk memastikan berbagai keluhan dan aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah maupun lembaga legislatif. Keterlibatan masyarakat melalui penyampaian masukan, partisipasi, dan pengawasan menjadi unsur penting untuk menjaga agar kebijakan publik tetap relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan kader serta simpatisan telah dihimpun sebagai bahan perjuangan dan tindak lanjut melalui jalur kelembagaan DPRD. Penghimpunan tersebut menjadi tahap awal dalam proses pengawalan aspirasi masyarakat agar dapat dipertimbangkan dalam pembahasan program dan kebijakan daerah.
Meski demikian, tindak lanjut atas setiap usulan tetap memerlukan proses pembahasan, penyesuaian dengan kewenangan pemerintah daerah, serta pertimbangan terhadap prioritas dan kemampuan anggaran. Karena itu, pengawalan masyarakat dan komunikasi antara DPRD dengan perangkat daerah menjadi penting untuk memperjelas perkembangan setiap aspirasi yang telah disampaikan.
Melalui kegiatan reses tersebut, Kholid Ismail berharap hubungan antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah semakin kuat. Sinergi ketiga unsur itu dinilai diperlukan agar arah pembangunan di Dapil III Kabupaten Tangerang lebih responsif terhadap persoalan warga dan berorientasi pada manfaat nyata.
Kegiatan reses di Teluknaga ini sekaligus menegaskan pentingnya fungsi penyerapan aspirasi sebagai bagian dari representasi politik di tingkat daerah. Keberhasilan proses tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya masukan yang dihimpun, tetapi juga dari sejauh mana aspirasi masyarakat memperoleh pembahasan, tindak lanjut, dan kejelasan dalam proses pembangunan Kabupaten Tangerang.







