PHKT Perkuat Pendidikan Vokasi, Dorong Siswa SMK Penajam Paser Utara Siap Masuk Industri Hulu Migas

PHKT Perkuat Pendidikan Vokasi, Dorong Siswa SMK Penajam Paser Utara Siap Masuk Industri Hulu Migas
Teropongpost,  Penajam Paser Utara – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui penguatan sektor pendidikan vokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah kejuruan dan kebutuhan dunia industri, khususnya pada sektor energi.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Guru Tamu PHKT Goes to School, yang menghadirkan praktisi industri hulu migas untuk memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman kepada siswa SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kehadiran profesional industri di lingkungan sekolah menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang menghubungkan materi pendidikan dengan praktik kerja di lapangan.

Mengangkat tema “Mengenal Industri Hulu Migas & Persiapan Dunia Kerja”, kegiatan PHKT yang berlangsung pada Rabu lalu tersebut diikuti sekitar 100 siswa dari sembilan program keahlian dan didampingi 20 guru. Program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat keterhubungan atau link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan kompetensi industri.

Keterhubungan tersebut menjadi semakin relevan karena lulusan pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, memahami budaya keselamatan kerja, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, pengenalan terhadap lingkungan industri sejak bangku sekolah dinilai dapat membantu siswa membangun kesiapan karier secara lebih realistis.

Read More

Para peserta kegiatan berasal dari beragam bidang keahlian, yakni Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam (LAFALO), Teknik Pemanasan, Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Elektronika (TE), Desain Komunikasi Visual (DKV), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Kuliner, serta Perhotelan.

Dalam sesi pembelajaran, siswa mendapatkan pengenalan mengenai rantai kegiatan industri hulu migas, mulai dari tahapan eksplorasi sampai produksi. Pengetahuan tersebut tidak hanya memberikan gambaran mengenai proses bisnis sektor energi, tetapi juga memperlihatkan posisi strategis industri hulu migas dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Materi yang diberikan juga mencakup aspek nonteknis yang menjadi bagian penting dari lingkungan kerja modern. Para siswa diperkenalkan dengan penerapan budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE), integritas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi.

Head of Communication Relations & CID PHKT, Elis Fauziyah, mengatakan bahwa Program Guru Tamu merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja.

“Industri energi membutuhkan generasi penerus yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap keselamatan. Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat mengenal lebih dekat industri hulu migas, memahami peluang yang ada, serta termotivasi untuk terus mengembangkan diri agar siap menjadi bagian dari generasi energi masa depan,” ujar Elis.

Untuk memperkaya perspektif peserta, PHKT menghadirkan enam narasumber yang berasal dari PHKT dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul). Komposisi narasumber tersebut memungkinkan siswa memperoleh gambaran dari sisi pengelolaan industri hulu migas sekaligus praktik operasional di lingkungan perusahaan.

Sesi awal disampaikan oleh Mutiara Dinanti dari Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul. Ia memberikan pemaparan mengenai pengelolaan kegiatan usaha hulu migas serta kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Setelah itu, profesional PHKT menyampaikan sejumlah materi yang berkaitan dengan operasional industri energi. Pembahasan mencakup rantai bisnis migas, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3LH), pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, serta budaya profesional yang diterapkan dalam lingkungan kerja.

Paparan tersebut memberikan konteks praktis kepada siswa mengenai kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki industri energi. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi juga mengarahkan peserta untuk memahami hubungan antara keterampilan, etika, keselamatan, dan produktivitas dalam dunia kerja.

Kepala SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara, Asfianty Abbas Hasan Yunus, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun PHKT dengan dunia pendidikan. Menurutnya, interaksi langsung dengan praktisi industri memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan membantu siswa memahami ekspektasi dunia kerja.

Pengalaman tersebut juga dinilai penting bagi siswa yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan maupun mempersiapkan diri untuk memasuki pasar kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Pengetahuan mengenai lingkungan industri dapat menjadi modal awal untuk menentukan kompetensi yang perlu dikembangkan secara lebih terarah.

Pandangan serupa disampaikan Dzata Bahjah, siswi kelas XI Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) sekaligus Wakil Ketua OSIS SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara. Ia menilai materi yang diberikan dalam program tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan persiapan menghadapi dunia kerja.

“Materi yang disampaikan sangat informatif, relevan, dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja, khususnya di industri hulu migas. Pengetahuan ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi kami dalam mempersiapkan Praktik Kerja Lapangan maupun memasuki dunia kerja di masa depan,” ujarnya.

Dari perspektif pengembangan SDM, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara industri dan lembaga pendidikan dapat menjadi instrumen penting untuk membangun kesiapan tenaga kerja. Pola pembelajaran berbasis pengalaman juga membuka peluang bagi sekolah untuk menyesuaikan penguatan kompetensi siswa dengan perubahan kebutuhan industri.

Melalui Program Guru Tamu, PHKT menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Program pendidikan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial perusahaan yang diarahkan pada pembangunan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka di bawah pengawasan SKK Migas, PHKT terus menjalankan berbagai program pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi teknologi untuk mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.

Dalam konteks tersebut, sinergi pendidikan dan industri tidak hanya berorientasi pada kebutuhan tenaga kerja saat ini, tetapi juga menjadi investasi untuk membangun kapasitas generasi muda dalam menghadapi transformasi sektor energi. Penguatan kompetensi teknis yang disertai karakter, integritas, keselamatan, dan kemampuan adaptasi menjadi fondasi penting bagi terbentuknya SDM yang kompetitif.

PHKT berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak siswa memperoleh akses terhadap pengetahuan dan pengalaman langsung dari industri. Dengan pendekatan tersebut, lulusan pendidikan vokasi di Kalimantan Timur diharapkan memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing yang semakin kuat untuk berkontribusi terhadap pembangunan sektor energi nasional.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.