Industri Lokal Jadi Kunci Penyerapan Tenaga Kerja, Wamenaker Dorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah di Temanggung

Industri Lokal Jadi Kunci Penyerapan Tenaga Kerja, Wamenaker Dorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah di Temanggung
Teropongpost, Temanggung – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa keberadaan sektor industri harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di wilayah operasionalnya, terutama melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, investasi industri akan memiliki dampak yang lebih besar apabila mampu membuka akses pekerjaan bagi warga sekitar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat melakukan kunjungan kerja ke PT Sheonary Javanesia INC di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan hubungan industri yang sehat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Dalam dialog bersama manajemen perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Wamenaker membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pengembangan hubungan industrial, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta strategi memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Afriansyah menjelaskan bahwa perusahaan yang beroperasi di suatu daerah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Dengan demikian, keberadaan industri dapat menjadi bagian dari pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Read More

Usai melakukan pertemuan, Wamenaker meninjau langsung area produksi perusahaan untuk melihat aktivitas operasional sekaligus berdialog dengan para pekerja. Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyempatkan berbincang dengan sejumlah pekerja penyandang disabilitas yang telah memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan tersebut.

Menurut Afriansyah, keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses pekerjaan tanpa diskriminasi.

“Saya melihat hubungan industrial antara manajemen dan pekerja di perusahaan ini berjalan baik. Perusahaannya juga rapi dan tertata dengan baik. Industri yang dikelola dengan baik seperti ini harus kita jaga dan kita bangun bersama agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Afriansyah.

Lebih lanjut, Wamenaker menegaskan bahwa tenaga kerja lokal perlu menjadi prioritas dalam proses rekrutmen. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan kesiapan memberikan pelatihan vokasi agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja yang berkualitas, sementara masyarakat memiliki peluang kerja yang lebih luas.

“Perusahaan kami harapkan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jangan sampai warga sekitar malah enggak kerja. Kemnaker siap memberikan pelatihan agar masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” ujarnya.

Selain aspek penyerapan tenaga kerja, Afriansyah juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan. Ia menilai perusahaan perlu memastikan pekerja memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan agar mampu mengikuti perubahan teknologi dan tuntutan industri modern.

Di sisi lain, Wamenaker menekankan bahwa pemenuhan hak-hak pekerja harus tetap menjadi perhatian utama perusahaan. Pemberian upah sesuai ketentuan, penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis merupakan fondasi penting dalam membangun produktivitas dan keberlanjutan usaha.

Afriansyah turut mengajak Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk memperkuat koordinasi dengan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan Kementerian Ketenagakerjaan akan mempercepat penciptaan lapangan kerja, meningkatkan daya saing tenaga kerja, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.