Teropongpost, Tangsel, -Setelah 17 tahun berkarir di dunia pendidikan dan 6 tahun mengabdi sebagai Kepala SMPN 8 Kota Tangsel, Drs. Muslih, M.Pd. kini memasuki masa purna tugas. Terkait hal tersebut, SMPN 8 Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan Lepas Sambut Kepala Sekolah dari Drs. Muslih, M.Pd. kepada Drs. Yantho, M.M. selaku PLT pada Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Deden Deni, Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Eka Andrias, Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Dedi, para Kepala SMP Negeri se-Kota Tangerang Selatan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Deden Deni menyampaikan apresiasi atas pengabdian Drs. Muslih selama memimpin SMPN 8 Kota Tangsel.
“Kita semua menyaksikan selama 6 tahun Pak Muslih memimpin SMPN 8 Kota Tangsel. Kini beliau telah memasuki masa pensiun. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kebahagiaan bersama keluarga. Purna tugas ini merupakan kesempatan baru untuk terus mengabdi kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan, khususnya dalam dunia pendidikan,” ujar Deden.
Sementara itu, Drs. Muslih, M.Pd. dalam sambutan perpisahannya menyampaikan pesan dan harapan.
“Apa yang telah kami tinggalkan, hendaknya dapat diisi dengan sebaik-baiknya. Semoga hal itu menjadi bekal bagi saya dan bekal bagi kita semua. Ketika nanti kita dipanggil menghadap Sang Pencipta, almarhum Pak Matoda selalu berpesan, ‘Dimanapun kita bertugas, kita harus meninggalkan bekas sujud’. Pesan itu saya pegang teguh. Sehingga dimanapun kami bertugas, insyaallah ada ‘bekas sujud’ yang kami tinggalkan. Harapannya, jejak itu dapat diteruskan dan menjadi sarana untuk kebaikan kita bersama,” tuturnya.
Pada kesempatan ini juga dirinya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan yang dipimpin oleh Pak Deden Deni, sehingga SMPN 8 Kota Tangsel dapat maju seperti sekarang ini.
“Kemarin secara lisan saya sudah sampaikan kepada teman-teman guru. Bulan ini ada pembukaan pendaftaran SMA Taruna Nusantara. Saya mohon teman-teman guru mengantarkan anak-anak kita. Saya punya target 23 anak bisa masuk Taruna Nusantara. Nanti kalau target tidak tercapai, biar Pak Yantho yang menegur,” imbuhnya.
“Karena saya biasa kalau target tidak tercapai saya tegur. Mudah-mudahan teman-teman dapat mewujudkan cita-cita kita, dan bisa menyamai prestasi SMP Negeri 8 Jogjakarta yang mengantarkan 23 orang anaknya diterima di SMA Taruna Nusantara. Karena orang lain bisa, kenapa kita tidak bisa? Pasti bisa,” pungkasnya.







