Teropongpost, Depok — Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 resmi berakhir setelah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menutup rangkaian kompetisi di Lapangan Tembak Prakasa Shooting Club Divif 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Minggu (20/9/2026). Penutupan tersebut menandai selesainya kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, sejak 18 hingga 20 September 2026.
Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kompetisi ini mempertemukan personel TNI dan Polri dengan masyarakat serta komunitas olahraga menembak dalam sejumlah kategori pertandingan.
Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 tidak hanya menempatkan kemampuan teknis sebagai unsur kompetisi, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara unsur TNI, Polri, masyarakat, dan komunitas olahraga menembak. Kerangka tersebut membuat ajang ini memiliki dimensi olahraga sekaligus sosial dalam pelaksanaannya.
Sejumlah nomor dipertandingkan selama kompetisi, antara lain IPSC Level 2, Non-IPSC, Eksekutif 20 Meter, Falling Plate, Senapan 100 Meter, Senapan 300 Meter, Senapan 600 Meter, serta Air Rifle.
Variasi nomor pertandingan memberikan kesempatan kepada peserta dengan latar belakang dan kemampuan berbeda untuk berkompetisi sesuai kategori yang diikuti. Setiap peserta dituntut mengedepankan ketepatan, keterampilan, disiplin, dan sportivitas selama pertandingan.
Rangkaian pertandingan yang berlangsung selama tiga hari tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga menembak memiliki ruang kompetisi yang cukup beragam. Perbedaan nomor dan jarak tembak menjadi bagian dari tantangan teknis yang harus dihadapi peserta dalam setiap kategori.
Pada prosesi penutupan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turut mengambil bagian dalam kegiatan menembak. Kehadiran Panglima TNI dalam sesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara penutupan kompetisi.
Setelah kegiatan menembak, Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan medali dan hadiah secara simbolis kepada peserta yang berhasil meraih posisi juara. Prosesi tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan.
Selain aspek kompetisi, pelaksanaan Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan olahraga menembak. Interaksi tersebut mencakup personel TNI dan Polri, masyarakat, serta komunitas olahraga menembak.
Pertemuan lintas kelompok melalui kegiatan olahraga juga memberikan ruang bagi terbentuknya interaksi yang lebih luas di luar konteks pertandingan. Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya berkompetisi berdasarkan kategori masing-masing, tetapi juga berada dalam suasana yang menekankan kebersamaan dan sportivitas.
Semangat sportivitas menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan kompetisi. Nilai tersebut tercermin melalui penerapan aturan pertandingan, penghormatan terhadap peserta lain, serta penyelenggaraan kompetisi secara terukur berdasarkan nomor yang dipertandingkan.
Dengan berakhirnya kompetisi pada Minggu (20/9/2026), seluruh nomor pertandingan dalam Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 telah diselesaikan. Ajang tersebut selanjutnya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan kompetisi di Lapangan Tembak Prakasa Shooting Club Divif 1 Kostrad, Cilodong, Depok, mempertemukan dimensi olahraga, kompetisi, dan interaksi sosial dalam satu rangkaian kegiatan. Penutupan oleh Panglima TNI sekaligus menegaskan berakhirnya agenda olahraga menembak yang digelar selama tiga hari tersebut.
:::
:::







