Teropongpost, Tangsel, -Semarak HUT ke-88 Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang diwarnai dengan Festival Budaya yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Kedaung, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata Kota Tangsel dan Kelurahan Kedaung ini dihadiri Camat Pamulang H. Mamat SE., MM., Kadis Pariwisata Kota Tangsel Mohamad Ervin Ardani, Lurah Kedaung Darwin Sopian, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata, seluruh Ketua RT/RW se-Kelurahan Kedaung, kader PKK, dan warga.
Festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang kebersamaan untuk mempererat persatuan, melestarikan budaya lokal, sekaligus menggerakkan ekonomi warga lewat UMKM.
Camat Pamulang H. Mamat dalam sambutannya mengajak warga menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas wilayah. Ia menegaskan pemerintah membutuhkan masukan dan kritikan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Menurutnya, Festival Budaya yang dirangkai HUT Kelurahan adalah contoh kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan.
“Saya membutuhkan dukungan, masukan, kritikan, dan saran dari masyarakat. Mari bersama-sama menciptakan rasa aman, nyaman, dan menjaga kondusivitas wilayah,” kata Mamat.
Ia juga menitipkan pesan khusus bagi orang tua. Di tengah pengaruh lingkungan dan pesatnya teknologi, Mamat meminta orang tua lebih peduli terhadap pendidikan dan pergaulan anak usia SD dan SMP. Mulai dari lingkaran pertemanan, penggunaan handphone, hingga aktivitas di media sosial dan aplikasi pesan.
Pendidikan karakter, ia tegaskan, harus berawal dari rumah dan diperkuat di sekolah serta lingkungan.
“Jangan sampai kita terlena. Kalau sudah terjadi sesuatu, orang tua juga yang akan repot. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang menjadi harapan kita semua,” ujarnya.
Isu kebersihan lingkungan juga menjadi sorotan. Mamat mengingatkan bahwa masalah sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kesadaran kolektif mulai dari tingkat RT dan RW untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Ia mendorong warga mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui komposter dan lubang biopori.
“Jaga lingkungan kita bersama-sama. Kalau berada di RW masing-masing, mari jaga lingkungan dan bangun kebersamaan. Jangan lagi membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Lurah Kedaung Darwin Sopian mengapresiasi antusiasme warga. Ia mengungkapkan Festival Budaya ini murni berawal dari usulan kader PKK Kelurahan Kedaung yang kemudian difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kota Tangsel, dengan pihak kelurahan sebagai penerima manfaat.
Darwin menjelaskan, pada tahun anggaran ini beberapa kegiatan seremonial kelurahan, termasuk perayaan dan kegiatan keagamaan yang biasa rutin digelar, terpaksa ditiadakan. Hal ini karena adanya pengalihan prioritas anggaran untuk penanganan darurat sampah dan pembuatan lubang biopori.
“Terima kasih kepada masyarakat, para ketua RT dan RW, serta seluruh pihak yang telah mendukung program pemerintah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kedaung,” kata Darwin.
Apresiasi juga datang dari Kadis Pariwisata Kota Tangsel, Mohamad Ervin Ardani. Ia menilai HUT ke-88 Kelurahan Kedaung bukan hanya seremoni tahunan, melainkan wujud nyata kebersamaan warga dalam menjaga warisan budaya.
Menurutnya, kegiatan budaya sangat penting untuk menjaga identitas lokal dan memperkuat tali persaudaraan.
“Perayaan hari jadi ke-88 Kelurahan Kedaung ini bukan sekadar perayaan masyarakat saja, tetapi juga menjadi wujud nyata dalam melestarikan seni dan budaya lokal serta mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan kita,” tandas Ervin.
Rangkaian acara Festival Budaya HUT ke-88 Kelurahan Kedaung sendiri berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, mulai dari senam bersama, pertunjukan seni Marawis, lomba tumpeng, penyuluhan pengelolaan sampah, cek kesehatan gratis, hiburan rakyat, hingga gebyar UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan warga Kedaung.







