UMKM Binaan Tanjung Field Makin Berkembang, PHI Perkuat Inovasi Produk Turunan Ikan dan Daur Ulang Seragam

UMKM Binaan Tanjung Field Makin Berkembang, PHI Perkuat Inovasi Produk Turunan Ikan dan Daur Ulang Seragam
Teropongpost, TABALONG – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Dalam rangka memastikan manfaat program berjalan berkelanjutan, jajaran manajemen PHI melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. UMKM binaan Tanjung Field menjadi fokus dalam kegiatan monitoring tersebut. Melalui kunjungan ke beberapa lokasi program unggulan, PHI ingin melihat secara langsung perkembangan usaha masyarakat yang selama ini mendapatkan pendampingan, sekaligus mengevaluasi dampak ekonomi dan sosial yang telah dirasakan warga.

Dalam agenda tersebut, manajemen meninjau dua program andalan PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, yakni Program Bank Sampah Masukau (BASMA) Kelompok Madani dan Program SEKARA JIRAK. Kedua program ini dinilai berhasil mendorong pertumbuhan UMKM binaan Tanjung Field melalui pengembangan produk kreatif berbasis sumber daya lokal serta penerapan konsep ekonomi sirkular.

Manager Communication & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan pihaknya terus mendorong masyarakat untuk berinovasi agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, Melalui UMKM binaan Tanjung Field.

Menurutnya, program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada bantuan semata, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Read More

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok usaha di Desa Masukau, PHI menyerahkan bantuan satu unit mesin bordir yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas serta variasi produk kerajinan yang dihasilkan Kelompok Madani. Bantuan tersebut melengkapi sejumlah fasilitas produksi yang telah dimiliki kelompok, termasuk beberapa unit mesin jahit yang selama ini dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.

Dony menjelaskan, setiap program Community Involvement and Development (CID) yang dijalankan perusahaan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi unggulan di wilayah operasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga setempat.

Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah SEKARA JIRAK, sebuah program pemberdayaan perempuan yang mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan di Desa Jirak. Program ini memanfaatkan melimpahnya sumber daya ikan air tawar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kelompok perempuan di desa tersebut berhasil menghasilkan berbagai produk olahan seperti abon ikan gabus, abon nila, abon lele, kerupuk tulang ikan, hingga makanan ringan berbahan dasar ikan. Selain itu, mereka juga mengembangkan produk ekstrak albumin dari ikan gabus yang memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi menjadi produk kesehatan unggulan.

Keberhasilan program tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan anggota kelompok, tetapi juga mengantarkan SEKARA JIRAK meraih penghargaan internasional pada ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 dalam kategori pemberdayaan perempuan.

Ketua Kelompok SEKARA JIRAK, Sri Hartini, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan PHI selama ini. Menurutnya, dukungan perusahaan telah membuka peluang usaha baru bagi perempuan desa sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola usaha secara profesional.

Berkat perkembangan yang dicapai, kelompok tersebut juga dipercaya mewakili Kabupaten Tabalong dalam program pelatihan UMKM tingkat nasional yang akan digelar di Bali pada Juni 2026.

Di sektor lingkungan, PHI turut mengembangkan Program BASMA Kelompok Madani yang mengusung konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah tekstil dan seragam kerja yang sudah tidak digunakan.

Lewat program pelatihan menjahit dan kerajinan sasirangan, warga dilatih mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai jual seperti tas, sarung bantal, aksesoris rumah tangga, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Program ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Sekretaris Desa Masukau, Salatifa, menilai program yang dijalankan PHI telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan warga, program tersebut juga membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga, terutama pada masa-masa sulit.

Melalui pengembangan produk turunan ikan dan inovasi daur ulang seragam bekas, PHI menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di wilayah operasional perusahaan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.