Transparansi Anggaran DLH Lamsel Disorot, Sekdin : Perjalanan Dinas Kebutuhan, Minta Pemberitaan Ditahan

Transparansi Anggaran DLH Lamsel Disorot, Sekdin : Perjalanan Dinas Kebutuhan, Minta Pemberitaan Ditahan
Teropongpost.id Kalianda, — Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan, Iwan Abdul Roni, mengakui pelaksanaan perjalanan dinas kerap menggunakan dana pribadi terlebih dahulu karena anggaran terbatas. Namun, ia belum memaparkan rincian paket perjalanan dinas senilai Rp108 juta dan rencana pengadaan seragam petugas kebersihan TA 2026.

Hal itu terungkap dalam wawancara langsung di ruang kerjanya oleh Tim Media kami, Jumat (16/10/2026).

*Anggaran Mepet, Perjalanan Tetap Jalan*

Iwan menjelaskan perjalanan dinas luar maupun dalam kota masih diperlukan untuk mendukung tugas kedinasan, terutama mengikuti pelatihan dari kementerian.

Read More

“Ini kebutuhan, karena kalau keluar kota itu biasanya untuk pelatihan dari kementerian. Itu bisa 2-3 hari dengan 4 orang petugas. Sebetulnya anggarannya mepet, tapi apa boleh buat, kalau ada perintah tetap kami jalankan,” ujar Iwan.

Ia menyebut biaya perjalanan dinas ke Jakarta yang diterima hanya Rp530.000 per hari per orang, yang harus mencakup kapal, tol, mobil, akomodasi dan penginapan.

“Kita namanya perjalanan membutuhkan transportasi seperti kapal, tol, mobil, akomodasi, dan penginapan. Ini bukan pemborosan. Kami sering menjalankannya dengan mengeluarkan uang sendiri terlebih dahulu. Kami seperti militer, kalau ada perintah harus dilaksanakan,” katanya.

Berdasarkan data perencanaan yang dipantau redaksi, total pagu perjalanan dinas + konsumsi DLH Rp. 522.335.000,- Di dalamnya terdapat paket perjalanan dinas biasa luar kota Rp.72 juta untuk satu kegiatan dan perjalanan dinas dalam kota Rp.36 juta untuk satu kegiatan.

Saat diminta merinci komponen biaya, jumlah frekuensi perjalanan, jumlah peserta, dan tujuan kegiatan dari kedua paket tersebut, Iwan belum memberikan rincian.

Dalam wawancara itu, ia sempat memperlihatkan contoh undangan dari Kominfo dan kegiatan penandatanganan MoU.

*Minta Pemberitaan di-Silent*

Di akhir wawancara, Iwan meminta pemberitaan untuk ditahan sementara.

“Saya mah santai saja, enggak ada masalah. Tapi tolong kalau bisa pemberitaannya di-silent dulu,” ucapnya.

Catatan redaksi: permintaan tersebut dicatat sebagai bagian dari wawancara dan tidak mengubah komitmen redaksi untuk tetap melakukan verifikasi secara profesional.

*Seragam Petugas 250 Orang Belum Ada Rincian*

Selain perjalanan dinas, redaksi juga mengonfirmasi rencana pengadaan seragam petugas kebersihan. Iwan memperkirakan jumlah petugas sekitar 250 orang, namun belum menjelaskan jumlah setel, harga satuan per setel, spesifikasi, dan total anggaran.

Data resmi terkait jumlah penerima dan pagu pengadaan belum diperoleh redaksi hingga berita ini diturunkan.

*Wawancara Terhenti, Ada Upaya Pemberian Uang*

Wawancara berakhir lebih cepat karena Iwan harus menghadiri rapat. Sebelum meninggalkan ruangan, ia menyerahkan uang Rp100.000 dengan menyebutnya sebagai “uang rokok”.

Awak media menolak dan meletakkan kembali uang tersebut di atas meja.

Catatan redaksi: peristiwa tersebut dicatat sebagai fakta kejadian di lapangan dan tidak disimpulkan sebagai upaya tertentu.

*Butuh Transparansi di Tengah Efisiensi*

Di tengah kebijakan efisiensi APBD Lampung Selatan, rincian belanja perjalanan dinas dan pengadaan seragam menjadi penting untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan riil dan regulasi.

Hingga kini, redaksi belum memperoleh dokumen resmi yang menjelaskan dasar perhitungan kedua paket perjalanan dinas tersebut.

Untuk itu, redaksi akan menempuh mekanisme permintaan informasi publik kepada PPID Kabupaten Lampung Selatan untuk memperoleh RAB, jadwal, tujuan perjalanan, komponen biaya, data penerima seragam, spesifikasi, dan dokumen pengadaan.

Redaksi membuka ruang hak jawab kepada Sekdin DLH dan pihak terkait untuk memberikan penjelasan tambahan disertai dokumen pendukung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.