Re: Rasa International Poster Biennale 2026 Perkuat Posisi Universitas Paramadina dalam Diplomasi Desain Global

Re: Rasa International Poster Biennale 2026 Perkuat Posisi Universitas Paramadina dalam Diplomasi Desain Global
Teropongpost, Jakarta – Re: Rasa International Poster Biennale 2026 menjadi momentum penting bagi Universitas Paramadina dalam memperluas jejaring akademik dan kreatif di tingkat internasional. Melalui penyelenggaraan yang melibatkan puluhan desainer dari berbagai negara, kegiatan ini menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk menjadikan desain komunikasi visual sebagai media kolaborasi lintas budaya sekaligus sarana membangun kesadaran terhadap berbagai isu global.

Ajang Re: Rasa International Poster Biennale 2026 yang digagas Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Ilmu Rekayasa Universitas Paramadina, secara resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Jumat (31/7/2026). Kehadiran pemerintah dalam pembukaan kegiatan tersebut memperlihatkan dukungan terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui sinergi antara dunia akademik dan industri.

Mengusung tema “Re: Think, Re: Make, Re: Act”, biennale ini menghadirkan 88 desainer dari 25 negara yang menampilkan beragam karya poster bertema sosial, lingkungan, budaya, hingga isu kemanusiaan. Keberagaman perspektif yang ditampilkan mencerminkan fungsi desain sebagai medium komunikasi universal yang mampu menjembatani dialog lintas bangsa.

Penyelenggaraan kegiatan tidak hanya difokuskan pada pameran karya visual, tetapi juga diarahkan sebagai ruang interaksi antara akademisi, praktisi, mahasiswa, serta pelaku industri kreatif. Melalui pendekatan tersebut, biennale diharapkan mampu memperkuat pertukaran gagasan sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi kreatif yang berkelanjutan di tingkat internasional.

Read More

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, inisiatif Universitas Paramadina menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif nasional sekaligus memperluas eksistensi desain Indonesia di panggung global.

Ia menilai desain komunikasi visual tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penyampaian pesan sosial dan diplomasi budaya. “Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi kreatif yang mampu mempertemukan berbagai perspektif lintas budaya melalui bahasa visual yang universal,” ujarnya.

Re: Rasa International Poster Biennale 2026 merupakan hasil kolaborasi Universitas Paramadina dengan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, ASPRODI DKV Indonesia, AIDIA (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), Selasar Art Space (Selasart), serta ASEDAS Malaysia. Kemitraan tersebut menjadi fondasi dalam membangun jaringan kerja sama yang lebih luas bagi pengembangan desain komunikasi visual di kawasan regional maupun global.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyampaikan bahwa penyelenggaraan biennale merupakan bagian dari visi universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berorientasi pada inovasi, kreativitas, dan kolaborasi internasional. Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan masyarakat melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan kreativitas.

Pandangan serupa disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Rekayasa Universitas Paramadina, Hendriana Werdhaningsih, Ph.D. Ia menilai desain komunikasi visual memiliki peran penting dalam meningkatkan kepedulian publik terhadap berbagai persoalan global. Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan tidak hanya mengedepankan aspek estetika, tetapi juga mengandung nilai empati, kritik sosial, dan dorongan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan kemanusiaan.

Ketua Program Studi DKV Universitas Paramadina, Vidya Kharisma, M.Ds., menjelaskan bahwa biennale menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi kreatif dari berbagai negara. “Kami berharap Re: Rasa dapat menjadi wadah eksplorasi ide, pertukaran pengalaman, sekaligus memperkuat posisi desain komunikasi visual sebagai medium komunikasi yang transformatif dan relevan dengan perkembangan global,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Re: Rasa International Poster Biennale 2026, M. Rizky Kadafi, M.Sn., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan gerakan kolektif yang mengajak masyarakat untuk berpikir ulang, mencipta ulang, dan bertindak melalui kekuatan desain. Menurutnya, poster bukan sekadar media visual, melainkan sarana refleksi yang mampu membangun kesadaran lintas budaya terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan.

Selain pameran internasional, rangkaian kegiatan juga menghadirkan Creative Talk bertajuk “Visual Diplomacy: How Design Connects Cultures” yang menghadirkan Assoc. Prof. Ahmad Tarmizi dari University Kelantan, Malaysia, Adi Nugroho selaku Ketua AIDIA Nasional, Aditya Rizky dari Guava Film, serta Hendriana Werdhaningsih. Agenda kemudian dilanjutkan dengan workshop animasi dan fotografi pada 1 Agustus 2026 serta ditutup melalui sesi Artist Talk pada 2 Agustus 2026 yang menghadirkan para desainer terpilih dari berbagai negara.

Melalui penyelenggaraan Re: Rasa International Poster Biennale 2026, Universitas Paramadina berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan desain komunikasi visual internasional sekaligus memperluas kolaborasi kreatif lintas negara. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi instrumen diplomasi budaya yang mendorong transformasi sosial melalui kekuatan bahasa visual serta memperkaya kontribusi Indonesia dalam percakapan kreatif global.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.