Sumur Tingkilan-001 untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional, PHI Perkuat Eksplorasi Migas di Kalimantan Utara

Sumur Tingkilan-001 untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional, PHI Perkuat Eksplorasi Migas di Kalimantan Utara
Teropongpost, TANJUNG SELOR – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Lepas Pantai Bunyu (LPB) terus memperkuat strategi eksplorasi sektor hulu migas di Kalimantan Utara. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempersiapkan pengeboran Eksplorasi Sumur Tingkilan-001 sebagai bagian dari upaya menemukan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Rencana pengeboran Sumur Tingkilan-001 disampaikan kepada para pemangku kepentingan melalui kegiatan sosialisasi di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Forum tersebut menjadi sarana penyampaian aspek teknis proyek sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai pelaksanaan investasi hulu migas yang mengedepankan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Kegiatan sosialisasi pengeboran Sumur Tingkilan-001 yang digelar PHI dan PHE Lepas Pantai Bunyu dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Bulungan, SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam mendukung pengembangan sektor energi nasional.

Dalam pemaparannya, perusahaan menjelaskan tahapan rencana pengeboran, penerapan standar keselamatan operasi, sistem pengelolaan lingkungan, serta mekanisme pengawasan yang akan diterapkan selama proyek berlangsung. Seluruh proses dirancang agar aktivitas eksplorasi berjalan secara aman, efisien, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Read More

Manager Communication Relations & Corporate Identity PHI, Dony Indrawan, menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu prinsip utama dalam setiap pelaksanaan proyek investasi migas.

“Kami senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat, dalam menjalankan proyek investasi hulu migas, sehingga dapat dijalankan dengan selamat, andal, patuh, dan berkelanjutan,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Dony, pengeboran Sumur Eksplorasi Tingkilan-001 merupakan bagian dari program kerja PHE LPB di Wilayah Kerja (WK) Maratua. Kegiatan eksplorasi tersebut diarahkan untuk mengonfirmasi potensi kandungan hidrokarbon pada Formasi Menumbar berdasarkan hasil kajian geologi, interpretasi data seismik, serta karakteristik lapangan yang memiliki kemiripan dengan sumur-sumur eksplorasi di kawasan sekitarnya.

Ia menambahkan bahwa investasi eksplorasi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Penemuan cadangan baru dinilai menjadi faktor penting untuk memperkuat pasokan energi Indonesia sekaligus mendukung ketahanan energi dalam jangka panjang.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memberikan apresiasi terhadap rencana pelaksanaan proyek tersebut. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara, H. Sapi’i, menilai eksplorasi Sumur Tingkilan-001 memiliki arti penting tidak hanya bagi sektor energi, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi dan penciptaan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah siap mendukung seluruh tahapan pelaksanaan proyek selama tetap mengedepankan prinsip keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dukungan tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kalimantan Utara.

Sebagai bagian dari persiapan operasional, PHE LPB juga telah menerima dokumen Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pengeboran dari PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP) pada 23 Juli 2026 di Jakarta. Lokasi Sumur Tingkilan-001 berada di kawasan perkebunan yang dikelola perusahaan tersebut.

Direktur PT BCAP, Bambang Sulis, menyatakan dukungannya terhadap proyek eksplorasi yang dijalankan Pertamina. Menurutnya, pengembangan sektor hulu migas merupakan bagian dari kepentingan strategis nasional dalam menjaga ketersediaan energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Sementara itu, Assistant Manager Land Matters & Formalities PHI, Adi Suryana, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan PT BCAP sehingga proses penyediaan lahan dapat diselesaikan sesuai kebutuhan proyek. Ia berharap sinergi tersebut menjadi landasan bagi kelancaran seluruh tahapan eksplorasi hingga kegiatan pengeboran dimulai.

PHE Lepas Pantai Bunyu sendiri merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 PT Pertamina Hulu Indonesia yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi migas di bawah pengawasan SKK Migas. Selain menjalankan operasi bisnis, perusahaan juga mengembangkan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, pembangunan infrastruktur, hingga penanganan kebencanaan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui dukungan pemerintah, SKK Migas, mitra usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, proyek Sumur Eksplorasi Tingkilan-001 diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan cadangan migas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara secara berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi pengembangan sektor energi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.