Stefanus BAN Liow Audiensi dengan Pemkot Tomohon, Dorong Sinergi Pembangunan Desa dan Kota

Stefanus BAN Liow Audiensi dengan Pemkot Tomohon, Dorong Sinergi Pembangunan Desa dan Kota
Teropongpost, TOMOHON – Anggota DPD RI Stefanus BAN Liow melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Tomohon untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada aspek pemberdayaan masyarakat, tata kelola pemerintahan, serta pengembangan desa dan kelurahan. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Wali Kota Tomohon, Kamis (6/8/2026).

Audiensi Stefanus BAN Liow dengan Pemerintah Kota Tomohon diterima langsung oleh Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk bersama jajaran pemerintah daerah. Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara lembaga perwakilan daerah dengan pemerintah daerah untuk membahas berbagai perkembangan pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam pertemuan itu, DPD RI dan Pemerintah Kota Tomohon juga membahas perkembangan organisasi kemasyarakatan yang memiliki perhatian terhadap pembangunan daerah, termasuk Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Sulawesi Utara dan Srikandi Jaga Desa. Kedua organisasi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tomohon, Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon, para camat dan lurah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan menunjukkan bahwa pembahasan tidak hanya berkaitan dengan organisasi kemasyarakatan, tetapi juga menyentuh kebutuhan koordinasi pembangunan pada tingkat lokal.

Read More

Stefanus BAN Liow, yang akrab disapa Stefa, menjelaskan bahwa sebagai anggota DPD RI dirinya memiliki fungsi konstitusional untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia sekaligus menyampaikan perkembangan ABPEDNAS Sulawesi Utara yang saat ini dipimpinnya sebagai Ketua DPD.

Menurut Stefanus, ABPEDNAS memiliki peran dalam menghimpun unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Organisasi tersebut juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk akademisi, birokrat, dunia usaha, serta anggota DPRD.

“Semangat yang kami bangun melalui ABPEDNAS adalah memperkuat pembangunan desa sekaligus mendorong penataan kawasan perkotaan secara berkelanjutan. Karena itu moto organisasi kami adalah Membangun Desa, Menata Kota,” ujarnya.

Selain ABPEDNAS, Stefanus memperkenalkan keberadaan Srikandi Jaga Desa yang dinilai memiliki fokus pada peningkatan partisipasi masyarakat, terutama perempuan, dalam proses pembangunan. Keterlibatan perempuan dipandang penting untuk memperkuat pendekatan pemberdayaan masyarakat dan memperluas partisipasi publik dalam tata kelola pemerintahan desa maupun kelurahan.

Dalam audiensi tersebut, Stefanus BAN Liow turut didampingi Ir. Miky J.L. Wenur, MAP, bersama jajaran pengurus DPC Srikandi Jaga Desa Kota Tomohon. Kehadiran pengurus organisasi tersebut sekaligus memperlihatkan adanya upaya membangun komunikasi antara organisasi masyarakat dengan pemerintah daerah.

Pemkot Tomohon Buka Ruang Kolaborasi

Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk menyambut positif kunjungan Stefanus BAN Liow beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tomohon terbuka terhadap kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan yang memiliki perhatian terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Caroll, keberadaan organisasi seperti ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program pembangunan. Kemitraan tersebut dapat diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dinilai penting karena pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah tidak hanya membutuhkan dukungan kelembagaan, tetapi juga masukan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Caroll juga berharap Stefanus BAN Liow dapat terus menjalankan perannya sebagai anggota DPD RI dalam membawa aspirasi masyarakat Tomohon ke tingkat nasional. Menurutnya, keterhubungan antara pemerintah daerah dan lembaga perwakilan di tingkat pusat dapat membantu membuka peluang dukungan terhadap berbagai agenda pembangunan daerah.

Pertemuan tersebut pada akhirnya memperlihatkan pentingnya sinergi antara DPD RI, Pemerintah Kota Tomohon, dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif. Koordinasi lintas lembaga diharapkan tidak berhenti pada komunikasi kelembagaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penguatan pembangunan desa dan kelurahan juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Dengan melibatkan unsur pemerintah, lembaga perwakilan, organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta kelompok masyarakat lainnya, proses pembangunan diharapkan dapat berlangsung secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sinergi tersebut sekaligus menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan daerah. Melalui kolaborasi yang terarah, aspirasi masyarakat dapat lebih mudah diidentifikasi, sementara kebijakan pemerintah dapat memperoleh dukungan sosial yang lebih kuat.

Audiensi Stefanus BAN Liow dengan Pemkot Tomohon menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarlembaga sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Dengan semangat “Membangun Desa, Menata Kota”, sinergi tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.