Teropongpost, Tangsel, -UPTD SDN Negeri Serua 04 sukses menggelar Market Day, Gelar Karya dan Pentas Seni pada Selasa (27/10/2026) dengan tema “Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Muda, Lestarikan Seni dan Budaya”.
Kegiatan tahunan SDN Serua 04 ini diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Masing-masing kelas membuka stand, yang menjual makanan sehat dan memamerkan hasil karya siswa. Para peserta didampingi langsung oleh guru kelas, orang tua, dan Korlas masing-masing kelas.
“Kolaborasinya memang antara guru, orang tua, dan siswa. Peran orang tua penting untuk membantu menyiapkan produk, tapi yang praktik jual-beli tetap anak-anak,” ujar Hartana selaku Kepsek SDN Serua 04.
Ia menjelaskan, Market Day menjadi ajang praktik teori wirausaha. Siswa belajar menawarkan dagangan, tawar-menawar, melayani pembeli, hingga menghitung modal, untung, dan rugi.
Rangkaian Acara Padat Seni dan Budaya
Selain Market Day, acara juga diramaikan dengan pentas seni yang sangat padat. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan persiapan dan pembukaan, dilanjutkan penampilan silat dan berbalas pantun. Serta panggung pentas seni menampilkan puluhan penampilan siswa, di antaranya:
Tari Komando Tentara, Tari Romaria, Tari Kreasi Sajojo, Tari Assalamu’alaikum, Tari Jaranan, Tari Semut, Solo Vocal, Menyanyi dan Menari, Koor Laskar Pelangi, Puisi Berantai, Tari Janit Melayu, Tari Kreasi Paijo, Tari Nirmala, Tari Kreasi Nusantara, Tari Kembang Jatuh dari Betawi, hingga Tari Kecak sebagai penutup.
“Selain melatih jiwa wirausaha, kita juga ingin melestarikan seni dan budaya. Makanya pentas seninya kita buat beragam, dari Betawi, Melayu, Nusantara, sampai Sajojo dan Kecak,” tambahnya.
Pihak sekolah menegaskan kegiatan ini merupakan program tahunan yang sudah berjalan sejak tahun lalu dan masuk dalam program resmi sekolah.
Harapannya, kegiatan ini dapat membentuk karakter mandiri, berani, dan mental yang kuat sejak dini.
“Anak-anak dilatih mandiri, berani menawarkan, dan siap dengan resiko. Mental juara saat untung, dan mental kuat saat rugi atau tidak laku. Ini akan jadi memori mereka. Tujuannya agar ke depan mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tapi bisa menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya.







