Majelis Alumni IPPNU Luncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan Nasional

Majelis Alumni IPPNU Luncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan Nasional
Teropongpost, JAKARTAMajelis Alumni IPPNU meluncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri sebagai arah baru pengabdian nasional dalam rangka memperkuat kontribusi perempuan di berbagai sektor pembangunan. Peluncuran program tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan pengurus baru Majelis Alumni IPPNU dan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Bersama Alumni IPPNU Membangun Negeri”, Gerakan Perempuan Membangun Negeri diperkenalkan sebagai wadah kolaborasi dan pemberdayaan perempuan Indonesia. Program ini diarahkan untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam bidang pendidikan, ekonomi kerakyatan, lingkungan hidup, hingga penguatan solidaritas sosial dan kebangsaan.

Ketua Majelis Alumni IPPNU, Prof. Dr. Siti Nur Azizah, S.H., M.H., menegaskan bahwa Gerakan Perempuan Membangun Negeri bukan sekadar program organisasi, melainkan sebuah gerakan kolektif yang bertujuan memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurut Siti Nur Azizah, pelantikan kepengurusan baru harus dimaknai sebagai awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Ia menilai alumni IPPNU memiliki tanggung jawab moral untuk turut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa melalui langkah-langkah nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Read More

Ia menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesenjangan ekonomi, kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, hingga isu lingkungan hidup yang memerlukan perhatian bersama. Karena itu, perempuan harus mengambil posisi strategis dalam setiap proses pembangunan.

Dalam pandangannya, perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan sosial yang mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong lahirnya generasi yang berkualitas.

Siti Nur Azizah yang dikenal sebagai akademisi dan pakar hukum bisnis halal juga menekankan pentingnya membangun kemandirian perempuan melalui penguatan ekonomi rakyat. Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus dibarengi dengan akses yang lebih luas terhadap pendidikan, teknologi, dan peluang usaha yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, ia turut memberikan apresiasi kepada kader dan alumni IPPNU yang berhasil menempati posisi strategis di pemerintahan, termasuk Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa proses kaderisasi IPPNU mampu melahirkan perempuan-perempuan yang berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Sebagai implementasi konkret, Gerakan Perempuan Membangun Negeri akan dijalankan melalui lima pilar utama, yaitu Perempuan Merdeka, Perempuan Mandiri, Perempuan Visioner, Perempuan Hijau, dan Perempuan Peduli. Kelima pilar tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan perempuan Indonesia di berbagai bidang kehidupan.

Pilar Perempuan Merdeka difokuskan pada peningkatan akses pendidikan dan literasi. Sementara Perempuan Mandiri diarahkan untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui koperasi, UMKM, dan kewirausahaan. Adapun Perempuan Visioner bertujuan mendorong perempuan agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu tampil sebagai pemimpin di berbagai sektor.

Selain itu, Perempuan Hijau hadir untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim. Sedangkan Perempuan Peduli berorientasi pada penguatan aksi sosial, kepedulian terhadap kelompok rentan, serta peningkatan solidaritas kemanusiaan.

Menutup sambutannya, Siti Nur Azizah mengajak seluruh keluarga besar Majelis Alumni IPPNU untuk mengedepankan persatuan dan fokus pada agenda pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap Gerakan Perempuan Membangun Negeri dapat menjadi energi baru yang mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.