Hari Bhayangkara ke-80, Dua Babinsa Kodim 0615/Kuningan Raih Penghargaan atas Peran Ungkap Kasus Illegal Logging

Hari Bhayangkara ke-80, Dua Babinsa Kodim 0615/Kuningan Raih Penghargaan atas Peran Ungkap Kasus Illegal Logging
Teropongpost, KUNINGAN – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penghargaan bagi aparat yang menunjukkan dedikasi dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan. Pada upacara yang berlangsung di Lapangan Mapolres Kuningan, Rabu (1/7/2026), dua Babinsa Kodim 0615/Kuningan menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam membantu pengungkapan kasus illegal logging di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Dua Babinsa Kodim 0615/Kuningan, yakni Sertu Joko dan Sertu Nendi dari Koramil 1514/Pancalang, memperoleh apresiasi atas peran aktif mereka dalam mendukung aparat kepolisian mengungkap praktik penebangan ilegal pohon sonokeling. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata sinergi antarlembaga dalam melindungi kawasan konservasi dari ancaman kerusakan lingkungan.

Pemberian penghargaan kepada dua Babinsa Kodim 0615/Kuningan pada Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Selain mendukung penegakan hukum, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memastikan kelestarian sumber daya alam tetap terjaga dari berbagai aktivitas yang melanggar ketentuan.

Kasus penebangan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai menjadi perhatian serius karena kawasan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai wilayah konservasi yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem, keanekaragaman hayati, serta ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas illegal logging memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Read More

Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, Sertu Joko dan Sertu Nendi dinilai menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kondisi wilayah binaannya. Informasi serta koordinasi yang dilakukan bersama aparat kepolisian turut mendukung percepatan penanganan kasus hingga akhirnya berhasil diungkap.

Penghargaan yang diberikan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai bentuk apresiasi atas prestasi individu, tetapi juga sebagai pengakuan terhadap pentingnya sinergi TNI dan Polri dalam menjalankan fungsi perlindungan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi aset lingkungan hidup.

Keberhasilan pengungkapan kasus illegal logging juga menunjukkan bahwa pengawasan terhadap kawasan hutan tidak dapat dibebankan kepada satu institusi semata. Keterlibatan aparat kewilayahan, pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat menjadi elemen penting dalam mencegah praktik perusakan hutan yang berdampak luas terhadap lingkungan.

Selain berkontribusi pada penegakan hukum, langkah preventif melalui penguatan pengawasan di wilayah binaan diharapkan mampu meminimalkan potensi tindak pidana kehutanan. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif apabila diiringi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan.

Penghargaan yang diterima kedua Babinsa diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh aparat teritorial untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta responsivitas dalam menjalankan tugas. Dedikasi aparat di lapangan menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga mempertegas komitmen bersama antara TNI dan Polri untuk terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, termasuk kejahatan terhadap sumber daya alam. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.