Cerita Tim LPPM UNPAK Bogor Yang Harus Adaptasi Dengan Budaya Dan Tradisi Berbeda

Cerita Tim LPPM UNPAK Bogor Yang Harus Adaptasi Dengan Budaya Dan Tradisi Berbeda
iklan dinsos
Teropongpost, Nabire, -Seminggu menetap di sebuah kota yang berbeda akan budaya dan tradisi. Mengharuskan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pakuan Bogor melakukan adaptasi dengan lingkungan setempat.

Diketahui Tim LPPM dari Universitas Pakuan Bogor sedang melaksanakan tugas kejar mutu Kampanye Sekolah Sehat (KSS) dari kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI) di Kota Nabire Papua Tengah.

“Seminggu sudah Saya tertanam di Hotel Anggrek salah satu hotel terdekat dari aktivitas Saya dalam menjalankan tugas sebagai Tenaga Ahli dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Tekhnologi Republik Indonesia.” Kata Arwan kepada Media pada Jumat, (15/09/2023).

Read More

Di Ungkapkan Arwan, Mengemban tugas melakukan KSS di Kota Nabire ternyata bukan hal yang mudah seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Arwan menyebut tugas program tersebut bukan kali pertama Ia lakukan namun di kota yang berbeda.

“Ah! Terbayar sudah lelah perjalanan dari Tangerang Menuju Kota yang menurut sebagian orang Nabire adalah Papua nya Papua. Karena beragam aktivitas mereka tertanam di Kota kecil ini.” Urainya.

“Saya diingatkan oleh tim untuk meminum Obat Anti Malaria karena infonya daerah ini sedang dilanda Malaria hebat. Demi tugas Mulia Saya tetap melangkahkan Kaki ke Nabire. Kapan lagi bisa traveling keliling Indonesia” Tuturnya.

Diceritakan Arwan, seminggu di kota Nabire dengan segudang aktivitas membuat ia bersama tim lainnya belajar hidup pada manusia lainnya dengan budaya dan tradisi yang berbeda.

“Informasi soal Alfamart yang hingga kampung kita temukan di daerah Kita (Banten), di Nabire tidak ada! Saya agak kurang percaya sebelum melihat langsung dengan mata kepala Saya sendiri. Karena, Perusahaan Ritel tersebut hampir merajai pasar di wilayah lahir Saya. Namun benar saja setelah Berjam-jam Saya keliling tak ada satupun Alfa yang dibangun di daerah Nabire.” Terangnya.

Dikatakan Arwan, Pecel Lele khas kota Lamongan lebih ramai dikunjungi saat malam hari ketimbang toko minimarket yang ada kota kota bagian barat Indonesia.

“Tadi, Saya mampir di salah satu tempat makan di pinggir jalan yang berjejer di setiap lampu merah! Pecel Lele Lamongan ternyata Alfamart Kalah dengan Penjual Pecel Lele!” Ucap Arwan berceletuk .

“Ah, Perjalanan kedua nanti akan Saya siapkan segala sesuatunya. Nabire memang Kota unik dengan beragam reaksi penduduknya.” Tutupnya.

iklan DLH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.