Teropongpost, Kab. Tangerang – Peristiwa meninggalnya seorang warga lanjut usia bernama lansia Maman (71) di kawasan pemakaman keluarga di Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menarik perhatian masyarakat setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal aparat kepolisian, tidak ada tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat faktor kesehatan yang telah lama dideritanya.
Tidak ada tanda kekerasan juga menjadi kesimpulan sementara dari proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan jajaran Polsek Pakuhaji. Korban lansia Maman ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di area pemakaman keluarga milik Rahman yang berada di Kampung Blok Empetan RT 001/011. Lokasi tersebut diketahui telah lama digunakan sebagai area pemakaman keluarga oleh warga sekitar.
Korban, lansia Maman, merupakan warga Kampung Empetan RT 001/005, Desa Buaran Bambu. Menurut keterangan warga, almarhum tidak memiliki pekerjaan tetap dan dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kondisi kesehatan. Warga juga menyebut bahwa korban kerap berada di luar rumah dalam waktu cukup lama, sehingga sering mendapat perhatian dan bantuan dari masyarakat sekitar.
Mendapat laporan dari warga, Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Lasono bersama personel kepolisian, termasuk Kanit Reskrim IPTU Richard HM Sirait dan anggota piket fungsi, segera mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Peristiwa penemuan jenazah bermula ketika seorang warga bernama Murna (50) mendatangi area pemakaman untuk memberikan makanan kepada korban. Setibanya di lokasi, ia mendapati Maman tergeletak dalam posisi telungkup dan tidak memberikan respons. Korban saat itu diketahui mengenakan kaus dan sarung berwarna merah.
Merasa khawatir, Murna kemudian menghubungi Ketua RT setempat, Misyati. Setelah dilakukan pemeriksaan sederhana oleh keduanya, korban dipastikan telah meninggal dunia. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Lasono menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan di lokasi tidak menemukan indikasi kekerasan maupun luka yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Selain itu, petugas juga tidak menemukan barang bukti yang mencurigakan di sekitar tempat kejadian.
“Dari informasi yang diperoleh dari saksi dan riwayat kesehatan korban, pihak kepolisian menduga Maman wafat akibat penyakit yang telah dideritanya. Keluarga korban, yang diwakili oleh anaknya Ny. Diana Sartika, telah mengikhlaskan kejadian ini dan membuat surat pernyataan resmi sebagai bentuk penerimaan terhadap kehilangan ayahnya,” jelas Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Lasono dalam keterangannya.
Setelah proses identifikasi dan dokumentasi selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi ke RSU Pakuhaji untuk menjalani penanganan sesuai prosedur sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Pihak kepolisian juga telah melakukan pendataan saksi, penyusunan laporan kejadian, serta memastikan seluruh prosedur penanganan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aparat menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kematian yang diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan korban dan tidak ditemukan unsur pidana dalam kejadian tersebut.







