Tiket KA Rangkasbitung–Merak Terbatas, Penumpang Keluhkan Antrean Berjam-jam dan Dominasi Pembelian Online

Tiket KA Rangkasbitung–Merak Terbatas, Penumpang Keluhkan Antrean Berjam-jam dan Dominasi Pembelian Online
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 37;
Teropongpost LEBAK Banten, 24 Agustus 2026 — Layanan kereta api jurusan Rangkasbitung–Merak kembali menjadi sorotan. Keterbatasan perjalanan dan sulitnya mendapatkan tiket membuat sejumlah masyarakat mengeluhkan pelayanan transportasi yang seharusnya menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian dengan mudah dan terjangkau.

Salah seorang calon penumpang yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena telah datang tepat waktu, namun tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Merak lantaran tiket yang tersedia telah habis.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan calon penumpang yang sudah mengatur waktu perjalanan. Ketika tiket habis, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan karena jadwal keberangkatan berikutnya masih harus ditunggu dalam waktu cukup lama.

“Saya datang dengan tepat waktu, tapi karcis sudah habis dan terbatas dengan yang membeli secara online,” ujar calon penumpang tersebut.

Read More

Ia mengaku tidak memahami cara pembelian tiket melalui sistem online. Karena itu, dirinya berharap pembelian tiket secara langsung di loket tetap mendapatkan alokasi yang memadai sehingga masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan layanan digital tetap dapat memperoleh tiket.

“Saya tidak paham dengan cara online. Kenapa sih harus online dan yang offline pembeliannya harus dibatasi karcisnya?” keluhnya.

Persoalan semakin dirasakan ketika perjalanan kereta jurusan Rangkasbitung–Merak memiliki keterbatasan jadwal. Calon penumpang yang gagal mendapatkan tiket harus menunggu keberangkatan berikutnya, bahkan hingga berjam-jam.

Kondisi tersebut dinilai membuat masyarakat kehilangan waktu. Terlebih bagi penumpang yang memiliki kepentingan penting di Merak dan sudah memperhitungkan waktu perjalanan berdasarkan jadwal kereta yang tersedia.

Menurut calon penumpang, keterbatasan perjalanan seharusnya menjadi perhatian serius pihak terkait. Jika jumlah perjalanan terbatas, ketersediaan tiket juga semestinya dikelola dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang membeli secara langsung.

Masyarakat juga mempertanyakan apakah seluruh tiket memang dialokasikan melalui sistem online atau masih tersedia kuota khusus untuk pembelian langsung. Kejelasan informasi mengenai hal tersebut dinilai penting agar calon penumpang tidak datang ke stasiun dengan harapan dapat membeli tiket, tetapi akhirnya pulang tanpa kepastian perjalanan.

Pelayanan transportasi publik semestinya tidak hanya berorientasi pada kemudahan pengguna aplikasi. Masyarakat yang belum memahami teknologi digital juga memiliki hak untuk mendapatkan informasi dan akses pelayanan yang jelas.

Keluhan tersebut menjadi sinyal agar pengelola layanan kereta api melakukan evaluasi terhadap sistem penjualan tiket dan jadwal perjalanan Rangkasbitung–Merak. Jangan sampai keterbatasan tiket dan perjalanan justru membuat masyarakat merasa dipersulit ketika hendak menggunakan transportasi umum.

Apalagi, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan biaya yang relatif terjangkau. Ketika jadwal terbatas dan tiket sulit diperoleh, masyarakat akhirnya harus menunggu lama atau mencari moda transportasi alternatif.

Calon penumpang berharap pihak pengelola dapat memperbanyak perjalanan apabila memang permintaan masyarakat tinggi, sekaligus memberikan porsi tiket offline yang wajar. Dengan demikian, masyarakat yang tidak terbiasa melakukan transaksi secara online tidak merasa dianaktirikan dalam memperoleh layanan.

Hingga berita ini diterbitkan, keluhan calon penumpang tersebut menjadi perhatian terhadap kualitas pelayanan kereta api jurusan Rangkasbitung–Merak. Masyarakat berharap ada evaluasi nyata, transparansi ketersediaan tiket, serta penambahan jadwal apabila kapasitas penumpang memang tidak sebanding dengan jumlah perjalanan yang tersedia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.