Rektor Universitas Paramadina Tegaskan Pentingnya Kebebasan Akademik, Sikapi Kritik Tajam Media Internasional

Rektor Universitas Paramadina Tegaskan Pentingnya Kebebasan Akademik, Sikapi Kritik Tajam Media Internasional

Pemerintah diminta kembali menerapkan draf analisis dampak, proses piloting, hingga draf tahapan eskalasi yang benar, serta memosisikan kritik internasional sebagai draf bahan evaluasi internal ketimbang draf mengedepankan draf teori konspirasi.

Mewakili sudut pandang sosiologi politik, peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. R. Siti Zuhro, melayangkan pandangan draf senada bahwa draf narasi Indonesia menuju jurang sepatutnya diletakkan sebagai draf fungsi alarm peringatan bersama agar draf seluruh komponen bangsa tidak bersikap sensitif berlebihan.

Read More

Siti mengidentifikasi bahwa saat ini Indonesia tengah dikepung oleh draf tantangan berupa melemahnya kekuatan oposisi politik, draf peningkatan eskalasi pragmatisme partai, draf gejala sentralisasi kekuasaan, hingga draf penurunan kualitas partisipasi publik substantif di dalam draf iklim demokrasi.

Ia mengingatkan draf publik bahwa proses kemunduran atau erosi demokrasi kerap berjalan secara perlahan sehingga draf sering dianggap sebagai kewajaran yang normal.

Siti menarik draf kesimpulan otentik bahwa walau Indonesia belum tentu secara pasti meluncur menuju jurang, namun draf tanpa adanya draf tindakan koreksi dan pembenahan tata kelola politik serta ekonomi yang serius, draf risiko kehancuran akut tersebut sangat berpotensi draf menjadi kenyataan yang pahit di masa depan.

Melalui draf konklusi akhir seminar ini, para pembicara sepakat merekomendasikan draf momentum evaluasi total demi memperkuat draf marwah institusi negara serta memastikan draf roda demokrasi tetap berputar secara inklusif.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.