Bupati Tangerang Tegaskan SPMB 2026 Tanpa Pungutan Liar: Transparan dan Berkeadilan

Bupati Tangerang Tegaskan SPMB 2026 Tanpa Pungutan Liar: Transparan dan Berkeadilan
Teropongpost, Kab. ‎Tangerang – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri Sosialisasi dan Deklarasi Komitmen Bersama Dukungan SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru) Tahun 2026 di Hotel Lemo, Kelapa Dua, pada Selasa (19/5/2026).

‎Dalam acara tersebut, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Tangerang untuk mewujudkan SPMB yang transparan, akuntabel, dan bebas dari pungutan liar.

‎”Hari ini saya diundang oleh Disdik Kabupaten Tangerang dalam rangka sosialisasi sekaligus juga melaksanakan deklarasi terkait dengan metode SPMB Tahun ajaran 2026, agar tidak ada pungutan apapun,” kata Bupati kepada wartawan usai acara.

‎Bupati menambahkan, meskipun memerlukan proses, keyakinan bahwa penerimaan murid baru harus sesuai prosedur dan transparan adalah kunci utama.

‎”Jadi tadi sudah dideklarasikan, ada tujuh poin dalam deklarasi yang dibacakan yaitu salah satunya transparan juga tidak ada pungutan liar dalam penerimaan murid baru tahun 2026,” jelasnya.

‎Bupati juga menjelaskan bahwa masih ada empat metode yang digunakan dalam SPMB, yaitu afirmasi, prestasi, domisili, dan mutasi. Sistem penerimaan pun masih menggunakan kombinasi online dan offline yang transparan, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

‎”Ini masih kita gunakan juga karena undang-undangnya masih mengatur itu sistemnya, ada dua online dan offline tapi transparan,” tambahnya.

‎Bupati berharap semua pihak dapat bekerja sama melaksanakan aturan yang berlaku agar SPMB berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi loyalitas dan semangat para kepala sekolah dalam membantu mewujudkan SPMB yang berkualitas.

‎Selain itu, Bupati mengingatkan masyarakat agar terus menyekolahkan anak-anaknya, baik di sekolah swasta maupun negeri, untuk mencegah putus sekolah. Pemkab Tangerang juga terus berupaya menggratiskan biaya pendidikan secara bertahap.

‎”Kita sudah memulai menggratiskan juga secara bertahap, insya Allah saya sudah merumuskan dan merancang beberapa lagi yang belum kita gratiskan. SD, SMP swasta dan umum mudah-mudahan tahun 2028 atau maksimal 2029 tuntas, supaya membantu mengurangi beban masyarakat,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.