Teropongpost, Kab. Tangerang,– PLTU Lontar melalui PT PLN Indonesia Power terus menghadirkan peluang pemberdayaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas I Tangerang melalui pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara PLN Group dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam program pembinaan kemandirian yang dinamakan Jawara Beton.
Program yang digagas oleh PLTU Lontar ini memanfaatkan limbah FABA sebagai bahan baku pembuatan produk konstruksi ramah lingkungan seperti paving block, batako, dan kanstin. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 60 WBP di Lapas Kelas I Tangerang yang mendapatkan pelatihan keterampilan produksi beton berkualitas.
Kegiatan ini turut ditinjau langsung oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta, serta Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Ria Indrawan saat memenuhi undangan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto di Lapas Kelas I Tangerang.
Dalam kesempatan tersebut, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa program Jawara Beton merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus memberdayakan masyarakat, khususnya warga binaan pemasyarakatan.
“Dari PLN sendiri kami memiliki limbah FABA dari PLTU, Fly Ash merupakan semen dan Bottom Ash pasir dengan kualitas premium. Pemanfaatan FABA ini bisa mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan bahwa produk yang dihasilkan melalui program tersebut telah menunjukkan kualitas yang baik dengan biaya produksi yang lebih efisien. Bahkan, pemanfaatannya kini mulai diperluas untuk mendukung pembangunan di berbagai daerah, termasuk desa-desa nelayan.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto menyampaikan bahwa kerja sama dengan PLN melalui PLTU Lontar memberikan dampak positif bagi program pembinaan warga binaan.
“Produk yang dihasilkan dari kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menyediakan bahan bangunan yang lebih terjangkau, sekaligus mendukung berbagai program pembangunan pemerintah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan juga memberikan apresiasi terhadap hasil produksi yang dihasilkan oleh warga binaan Lapas Kelas I Tangerang.
Menurutnya, produk-produk tersebut memiliki potensi besar untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan pembangunan, seperti pembangunan perumahan maupun infrastruktur jalan.
“Saya sudah melihat langsung produk yang dihasilkan oleh warga binaan. Hasil produksi ini bisa memenuhi kebutuhan pembangunan di berbagai tempat. Namun tentu kita juga harus menjaga kualitas sumber daya manusia, bahan baku, serta ketepatan waktu pengiriman,” kata Didit.
Program Jawara Beton sendiri merupakan salah satu program pembinaan unggulan di Lapas Kelas I Tangerang yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan daya saing WBP. Melalui pelatihan dan pendampingan dari PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar, para peserta dibekali kemampuan teknis dalam mengolah FABA menjadi produk beton yang memiliki standar mutu.
Selain keterampilan teknis, para warga binaan juga ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, serta kemandirian sebagai bekal saat kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Program yang telah berjalan hampir dua tahun ini terus menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut terlihat dari peningkatan sarana produksi, penerapan standar mutu berdasarkan uji kuat tekan beton, hingga pengembangan berbagai jenis produk konstruksi yang semakin beragam.
Keberhasilan tersebut sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas serta memperkuat komitmen PLN Group dalam mendukung ekonomi sirkular, pengelolaan limbah berkelanjutan, serta pemberdayaan sumber daya manusia yang inklusif dan produktif.






