Teropongpost, SUMEDANG – Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 menjadi momentum penting bagi lahirnya Koperasi SIKOMAT sebagai upaya penguatan ekonomi rakyat dan pelestarian lingkungan di kawasan Manglayang Timur, Kabupaten Sumedang. Pentahelix Center bersama Kelompok Tani Berdikari secara resmi meluncurkan Koperasi SIKOMAT dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Peluncuran Koperasi SIKOMAT pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 juga dibarengi dengan deklarasi manifesto “7 Seruan Manglayang Timur” sebagai arah perjuangan bersama untuk mewujudkan kawasan hulu yang lestari, petani yang berdaulat, dan desa yang mandiri.
Koperasi SIKOMAT dan 7 Seruan Manglayang Timur diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyatukan agenda pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui koperasi tersebut, petani tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan hulu Manglayang Timur.
Ketua Pentahelix Center, Alip Purnomo, menegaskan bahwa SIKOMAT dibangun dengan semangat perjuangan ekonomi rakyat yang berpijak pada prinsip keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, koperasi tersebut bukan sekadar wadah ekonomi yang berorientasi keuntungan, melainkan sebuah instrumen perjuangan yang menghubungkan kesejahteraan petani dengan pelestarian ekosistem.
“SIKOMAT bukan sekadar koperasi yang mencari keuntungan. Ini adalah instrumen perjuangan ekonomi-ekologis yang lahir dari kesadaran bahwa kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan,” ujar Alip Purnomo, Jumat (5/6/2026).
Manifesto “7 Seruan Manglayang Timur” sendiri merupakan hasil refleksi dan konsolidasi berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut. Tujuh seruan itu mencakup rekonservasi kawasan hulu, penguatan hak kelola lahan petani, pendidikan rakyat berbasis kawasan, penguatan petani mandiri, pasar yang berkeadilan, pengembalian nilai tambah produk pertanian ke desa, serta koperasi sebagai mesin penggerak ekonomi rakyat.
Alip menegaskan bahwa ketujuh poin tersebut tidak hanya berhenti menjadi dokumen deklarasi semata, melainkan akan diterjemahkan ke dalam berbagai program nyata melalui kerja sama lintas sektor.
Melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat, SIKOMAT diharapkan mampu membangun paradigma baru bahwa pertanian dan konservasi lingkungan dapat berjalan beriringan dan saling memperkuat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui agenda Coffee Retreat di kawasan perkebunan kopi Manglayang Timur. Dari lereng Manglayang Timur, peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 tidak hanya menghadirkan seruan moral, tetapi juga langkah nyata melalui lahirnya Koperasi SIKOMAT sebagai ikhtiar bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat desa, dan menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.







