Teropongpost, Jakarta — Mayjen TNI Putra Widiastawa Dwi Agung Susilo menjadi salah satu dari lima perwira tinggi Kopassus yang memperoleh kenaikan pangkat pada 30 September 2026. Perubahan pangkat dari Brigadir Jenderal menjadi Mayor Jenderal tersebut berlangsung ketika Putra menjalankan tugas sebagai Inspektur Kopassus, jabatan yang diembannya sejak 15 Agustus 2025.
Kenaikan pangkat Mayjen TNI Putra Widiastawa menambah catatan dalam perjalanan karier perwira kelahiran Singaraja, Buleleng, Bali, 3 April 1971 tersebut. Lulusan Akademi Militer 1995 dari kecabangan Infanteri Kopassus itu memulai perjalanan dinasnya di lingkungan Korps Baret Merah sebelum menjalani sejumlah penugasan di satuan Raider, Kostrad, kewilayahan, hingga Mabes TNI.
Bagi Mayjen TNI Putra Widiastawa, perjalanan menuju jabatan Inspektur Kopassus mencakup pengalaman operasional, kewilayahan, pengendalian operasi, dan penugasan pada struktur staf. Rekam penugasan tersebut antara lain mencakup Grup-2 Kopassus, Kodim 0911/Nunukan, Divif 1 Kostrad, Mabes TNI, Staf Khusus KSAD, hingga kembali ke Kopassus.
Mengawali Karier dari Grup-2 Kopassus
Putra mengawali karier militernya dari Grup-2 Kopassus. Pada fase awal tersebut, ia menjalankan sejumlah tugas di satuan Baret Merah, mulai dari Komandan Peleton hingga beberapa posisi lain di lingkungan satuan, termasuk jabatan yang berkaitan dengan komando dan intelijen operasi.
Setelah memperoleh pengalaman di Kopassus, Putra melanjutkan penugasan ke satuan lain. Ia pernah menjabat Wakil Komandan Batalyon Infanteri 600/Raider dan kemudian Kasdim 0906/Tenggarong. Perjalanan berikutnya membawanya ke Divif 1 Kostrad sebagai Kasi Ops sebelum dipercaya menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu pada 2011.
Tahapan tersebut memperluas pengalaman Putra dari satuan khusus menuju penugasan pada satuan infanteri dan struktur kewilayahan. Perpindahan antarpenugasan juga menjadi bagian dari pola karier perwira TNI yang memperoleh pengalaman pada sejumlah fungsi organisasi.
Penugasan di Perbatasan Nunukan
Pada 2013, Putra dipercaya menjadi Komandan Kodim 0911/Nunukan. Penugasan tersebut menempatkannya di wilayah Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia dan menjadi salah satu fase dalam perjalanan kariernya di bidang kewilayahan.
Setelah menjalankan tugas di Nunukan, Putra kemudian memperoleh penugasan sebagai Waasops Kasdivif 1 Kostrad. Pada 2015, ia dipercaya menjadi Komandan Brigade Infanteri 22/Ota Manasa. Posisi tersebut menjadi salah satu penugasan sebelum dirinya mendapat kepercayaan memimpin upacara kenegaraan di Istana Merdeka.
Menjadi Komandan Upacara HUT RI 2016
Salah satu catatan penting dalam perjalanan Mayjen TNI Putra Widiastawa terjadi pada 17 Agustus 2016. Saat masih berpangkat Kolonel Infanteri, ia ditunjuk sebagai Komandan Upacara pada peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Penugasan tersebut menjadi bagian dari rekam perjalanan Putra sebelum kemudian menduduki sejumlah jabatan strategis lainnya. Setelah periode tersebut, ia dipercaya menjadi Asops Kasdam XIII/Merdeka pada 2017 dan Wadan Rindam XIII/Merdeka pada 2018. Pada 2019, ia juga tercatat menjalankan penugasan sebagai Perwira Liaison Officer BNPB serta Paban II/Orstra Sops TNI.
Rangkaian jabatan itu memperlihatkan perluasan pengalaman Putra dari tugas satuan dan kewilayahan menuju fungsi staf serta koordinasi pada tingkat yang lebih tinggi. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ke lingkungan Mabes TNI.
Memimpin Pusat Pengendalian Operasi TNI
Putra kemudian dipercaya menjabat Kepala Pusat Pengendalian Operasi TNI atau Kapusdalops TNI. Berdasarkan catatan resmi TNI, ia menduduki posisi tersebut sebelum menyerahkan jabatan kepada Kolonel Inf Patar Mospa Sitorus dalam serah terima jabatan yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada 18 April 2024.
Kapusdalops TNI merupakan jabatan pada struktur Mabes TNI yang berkaitan dengan fungsi pengendalian dan koordinasi kegiatan operasi. Pengalaman tersebut menambah spektrum penugasan Putra, yang sebelumnya banyak berada pada satuan operasional, kewilayahan, dan staf TNI AD.
Setelah meninggalkan jabatan Kapusdalops TNI, Putra masuk dalam jajaran Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat. Mutasi tersebut tercantum dalam rangkaian rotasi dan mutasi 215 perwira tinggi TNI pada April 2024.
Kembali ke Kopassus sebagai Inspektur
Setelah menjalankan penugasan sebagai Staf Khusus KSAD, Putra kembali ke lingkungan Kopassus. Pada 15 Agustus 2025, ia dipercaya menduduki jabatan Inspektur Kopassus. Posisi tersebut menempatkannya dalam fungsi pengawasan internal di lingkungan Korps Baret Merah.
Dokumentasi PPID TNI AD pada peringatan Hari Pahlawan 2025 juga mencatat Putra sebagai Inspektur Kopassus dengan pangkat Mayor Jenderal TNI. Dokumentasi tersebut menunjukkan bahwa jabatan Inspektur Kopassus telah menjadi bagian dari penugasan Putra di lingkungan satuan tersebut.
Kenaikan pangkat pada 30 September 2026 kemudian menempatkan Putra pada pangkat Mayor Jenderal. Dalam periode yang sama, sejumlah perwira tinggi lain di lingkungan Kopassus juga memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat.
Lima Pati Kopassus Naik Pangkat
Selain Putra, empat perwira tinggi Kopassus yang disebut memperoleh kenaikan pangkat pada periode tersebut adalah Wakil Panglima Kopassus Mayjen TNI Ferdial Lubis, Asops Kopassus Brigjen TNI I Gede Putra Yasa, Asintel Kopassus Brigjen TNI Hendriyadi, dan Asren Kopassus Brigjen TNI Donny Simuali Bainuri.
Rangkaian kenaikan pangkat tersebut merupakan bagian dari dinamika pembinaan karier perwira tinggi TNI. Bagi Putra, perubahan pangkat berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tugasnya sebagai Inspektur Kopassus.
Pendidikan dan Pengalaman Lintas Penugasan
Selain pengalaman penugasan, Putra tercatat mengikuti sejumlah pendidikan dan kursus militer. Di antaranya pendidikan kecabangan infanteri, Seskoad, serta Sesko TNI. Riwayat pendidikan tersebut melengkapi pengalaman yang diperolehnya melalui penugasan pada satuan operasional, kewilayahan, staf, dan Mabes TNI.
Lintasan karier tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman Putra tidak hanya berada pada satu jenis fungsi. Dari Grup-2 Kopassus, penugasan di satuan Raider dan Kostrad, tugas kewilayahan di Nunukan, hingga fungsi pengendalian operasi di Mabes TNI, setiap fase menjadi bagian dari rekam dinasnya.
Kini, sebagai Mayjen TNI Putra Widiastawa dan Inspektur Kopassus, ia menjalankan tugas pada fungsi pengawasan internal di lingkungan Korps Baret Merah. Posisi tersebut melanjutkan rangkaian penugasan yang sebelumnya mencakup fungsi operasional, kewilayahan, staf, dan pengendalian operasi.
Perjalanan karier Putra sejak menjadi perwira muda di Grup-2 Kopassus hingga menyandang pangkat Mayor Jenderal pada 30 September 2026 mencakup lebih dari tiga dekade pengabdian di lingkungan TNI. Rekam penugasannya memperlihatkan perpindahan dari satuan lapangan menuju jabatan staf dan pengawasan, sebelum kembali ke satuan yang menjadi bagian awal perjalanan militernya.
Dengan demikian, kenaikan pangkat tersebut menjadi babak terbaru dalam perjalanan dinas Mayjen TNI Putra Widiastawa Dwi Agung Susilo. Bersamaan dengan pangkat bintang dua yang kini disandangnya, tugas sebagai Inspektur Kopassus menempatkannya pada salah satu fungsi organisasi yang berkaitan dengan pengawasan dan pembinaan internal Korps Baret Merah.







