Teropongpost, Kab. Tangerang – Pemerintah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Gerakan Pangan Murah tersebut berlangsung di Gedung Aula Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Mauk, Kamis (20/8/2026), mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Pelaksanaan kegiatan melibatkan penyediaan sejumlah komoditas pangan strategis yang dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Pemerintah Kecamatan Mauk menyediakan berbagai kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung. Kehadiran komoditas tersebut dari Gerakan Pangan Murah mendapat respons positif dari masyarakat yang datang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan biaya yang lebih ringan.
Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dibuka. Masyarakat mendatangi lokasi dan mengantre untuk mendapatkan sejumlah bahan pangan yang tersedia dalam program tersebut. Kondisi itu menunjukkan bahwa akses terhadap pangan dengan harga terjangkau masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Camat Mauk Angga Yulyantono mengatakan pelaksanaan GPM tidak semata-mata diarahkan sebagai kegiatan penjualan pangan murah. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar pasar murah, melainkan komitmen kami untuk memastikan masyarakat Mauk tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar tanpa terbebani kenaikan harga. Ini bagian dari upaya bersama mengendalikan inflasi di tingkat kecamatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” ujar Angga saat ditemui di lokasi kegiatan.
Angga menjelaskan, stabilitas harga pangan membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak yang berkaitan dengan rantai pasok. Karena itu, Kecamatan Mauk terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah serta mitra terkait untuk menjaga ketersediaan bahan pangan agar tetap mencukupi dan dapat dijangkau masyarakat.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak dapat hanya mengandalkan satu kegiatan atau satu institusi. Ketersediaan pasokan, distribusi yang lancar, serta kemampuan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok merupakan sejumlah faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan.
Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Mauk, Gita, menyampaikan bahwa sasaran GPM mencakup masyarakat secara luas, terutama kelompok yang membutuhkan akses terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami memastikan distribusi berjalan tertib dan adil, sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluas-luasnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola konsumsi rumah tangga serta mendorong pemanfaatan produk pangan lokal yang segar dan berkualitas,” ungkap Gita.
Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran mengenai pengelolaan konsumsi rumah tangga. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut secara bijak dengan menyesuaikan pembelian berdasarkan kebutuhan.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Mauk juga diharapkan memberikan dampak terhadap ketahanan pangan di tingkat lokal. Akses pangan yang lebih terjangkau dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Dari perspektif pengendalian inflasi, intervensi melalui penyediaan komoditas dengan harga lebih rendah dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu menjaga daya beli masyarakat. Namun, keberlanjutannya tetap membutuhkan dukungan pasokan dan koordinasi lintas sektor.
Pemerintah Kecamatan Mauk berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Evaluasi terhadap kondisi harga dan kebutuhan masyarakat menjadi dasar untuk menentukan kemungkinan pelaksanaan program serupa pada waktu mendatang.
Ke depan, Gerakan Pangan Murah direncanakan dapat kembali dilaksanakan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga komoditas serta kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, program tersebut diharapkan tidak hanya membantu warga memperoleh pangan terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat Kabupaten Tangerang.







