Cegah Stunting, Puskesmas Baros Gelar Penyuluhan Kesehatan

Cegah Stunting, Puskesmas Baros Gelar Penyuluhan Kesehatan
iklan dinsos
Teropongpost, Serang, Kegiatan Penyuluhan Kesehatan dalam hal Pencegahan Gizi Buruk ( Stunting ), yang dilaksanakan oleh pihak Puskesmas Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, sangat disambut baik oleh para Kader Pos Yandu.

Kegiatan Penyuluhan tersebut dilaksanakan di Aula lantai dua kantor Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Provinsi Baros, Rabu (10/5/2023 ).

Dalam sambutanya, Camat Baros TB. Jepri Januar menyampaikan kepada para kader, agar menu yang di konsumsi selalu memasukan unsur 4 Sehat 5 Sempurna. Dan menjaga agar asupan makanan yang dikonsumsi, lebih diperbanyak sayuran dan buah – buahan.

Read More

Selain itu TB Jepri juga menekankan supaya memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong di tanami dengan tanaman holtikultura baik di tanam maupun di wadah yang bisa di tanami tanaman, “seperti bekas botol plastik, ember bekas dan yang lainya, selain rumah bersih juga dengan adanya tanaman tadi, halaman rumah kita jadi asri dan segar.” Ungkapnya.

Begitu pula dengan yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Baros Hj Melly, agar selalu membiasakan pola hidup bersih, halaman rumah bersih, kamar mandi bersih, ruangan rapih dan tertata, bila kita sudah terbiasa pila hidup seperti itu, resiko akan hal yang mengganggu kesehatan akan terhindar dari keluarga.

Stunting adalah kurang gizi atau kekurangan gizi, menurut UNICEF, Indonesia menduduki peringkat ke Lima di dunia masalah Stunting.

Penyebab kurang gizi pada anak adalah.:
pertama faktor rumah tangga, seperti pengasuhan anak yang baik, termasukkurangnya pengetahuan orang terhadap kesehatan dan gizi.
Kedua: terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC ( antenatal care).
Ketiga : masih kurangnya akses rumah tangga atau pada makanan yang bergizi.
Keempat : kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.

“Langkah yang dilakukan pemerintah dalam melakukan pencegahan stunting adalah;
pertama : memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil.
kedua: memberikan air susu ibu (ASI), Eksklusif sampai bayi berusia enam bulan.
ketiga : dampingi ASI eksklusif dengan MPASI sehat.
keempat : terus memantau tumbuh kembang anak dengan seksama.
dan kelima: selalu jaga kebersihan lingkungan, untuk itu mari cegah stunting dengan mengikuti langkah – langkah yang di berikan para penyuluh dan petugas dari Puskesmas.” Papar Hulma (petugas puskesmas Baros) sebagai nara sumber.
Cegah stunting, masyarakat sehat, Indonesia Kuat.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari teropongpost.id di Google News

iklan DLH

Related posts