Beredar Isu Kucing Diracun di BSD, Pengurus Cluster Taman Giri Loka Bantah dan Sebut Hoaks

Beredar Isu Kucing Diracun di BSD, Pengurus Cluster Taman Giri Loka Bantah dan Sebut Hoaks
Oplus_131072
Teropongpost, Tangsel, -Beredarnya kabar viral di media sosial terkait kematian beberapa kucing yang diduga diracun di kawasan perumahan Serpong, dibantah oleh pengurus Cluster Taman Giri Loka, BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Cluster Taman Giri Loka, Tommy, saat ditemui awak media di lokasi, Selasa (22/9).

Tommy menegaskan kabar yang beredar di salah satu media tersebut adalah hoaks. Ia menyayangkan tidak adanya konfirmasi dari pihak media kepada pengurus maupun sekuriti cluster sebelum berita tersebut dipublikasikan.

“Betul ada kucing yang ditemukan mati, ada dua ekor kemarin. Hingga saat ini tidak ada laporan dari penghuni cluster yang mengaku sebagai pemiliknya. Jadi ini kucing liar yang berkeliaran di kawasan cluster kami. Dan tidak ada pihak media yang konfirmasi terkait hal ini,” ujar Tommy.

Read More

Senada, Wakil Keamanan Sekuriti Cluster Taman Giri Loka, Dermawan, yang mengetahui kronologi penemuan, menjelaskan kedua kucing ditemukan dalam keadaan mati pada Rabu (16/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Sejak ditemukan hingga hari ini, belum ada penghuni yang melapor kehilangan kucing. Ini kucing liar yang bermain di kawasan cluster,” ungkap Dermawan.

Terkait dugaan kematian kucing akibat diracun oleh oknum tak bertanggung jawab, Tommy menegaskan hal itu tidak benar.

“Itu kabar hoaks. Saya tidak yakin ada warga di sini yang tega membunuh kucing. Kita semua hidup rukun dan harmonis, termasuk menjaga hewan peliharaan dengan baik. Kami bahkan punya shelter kucing di cluster ini untuk menampung kucing liar atau kucing lepas yang belum ada pemiliknya,” tegasnya.

Sementara itu, pihak sekuriti menduga kematian kucing bisa disebabkan faktor lain. Ada kemungkinan kucing tersebut mengejar dan memakan tikus yang sebelumnya telah memakan racun tikus di area jalan atau taman.

Faktor lain yang diduga menjadi penyebab adalah hujan yang membawa material abu vulkanik beberapa hari lalu di wilayah Serpong. Air hujan yang mengandung zat kimia dan abu vulkanik diduga terminum oleh kucing, seperti laporan kematian kucing mendadak yang juga ramai disampaikan warganet di beberapa wilayah lain.

“Kedua kucing itu sudah dikuburkan kemarin di area kawasan cluster,” jelas sekuriti tersebut.

Melalui kesempatan ini, Ketua Cluster mengimbau warga Taman Giri Loka untuk segera melaporkan hal-hal penting kepada pengurus dan sekuriti agar tidak muncul informasi hoaks yang mengganggu ketentraman warga.

Ia juga mengimbau kepada insan media untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengurus cluster sebelum mempublikasikan informasi, demi menjaga keharmonisan yang telah terjalin baik selama ini.

“Pihak pengurus sangat terbuka dan menyambut baik adanya konfirmasi terkait berita apa pun di lingkungan kami,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.