Teater Tanah Pucung dan BKN Hadirkan “Amat Mau Jadi Presiden”, Angkat Mimpi Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel

Teater Tanah Pucung dan BKN Hadirkan “Amat Mau Jadi Presiden”, Angkat Mimpi Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel
Teropongpost, Tangerang Selatan – Pementasan teater bertajuk “Amat Mau Jadi Presiden” sukses menghibur sekaligus menyampaikan pesan inspiratif di GOR Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Jumat (22/8/2026). Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi Sanggar Teater Tanah Pucung bersama Balai Kesenian Nusantara (BKN) yang melibatkan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Pembina Teater Tanah Pucung, Hanifah, mengatakan pementasan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada anak-anak untuk berekspresi melalui seni tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

Menurut Hanifah, Teater Tanah Pucung memiliki perjalanan panjang dan sebelumnya berada di bawah asuhan Balai Kesenian Oncor yang didirikan almarhum Ray Sahetapy. Setelah sanggar tersebut berkembang, para pegiat kemudian kembali berkumpul dan membangun Balai Kesenian Nusantara sebagai wadah bagi berbagai kegiatan seni.

“Setelah beliau meninggal, kami mengajak orang-orang yang dulu bergabung di Teater Tanah Pucung. Jadilah Balai Kesenian Nusantara sebagai wadah dari sanggar-sanggar,” ujar Hanifah.

Ia menjelaskan, keterlibatan anak-anak berkebutuhan khusus dalam pementasan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Anak-anak dari wilayah Pondok Pucung diberikan kesempatan mengikuti latihan hingga tampil bersama para pemain teater.

Hanifah menyebut judul “Amat Mau Jadi Presiden” sengaja dipilih karena setiap anak berhak memiliki cita-cita dan mewujudkan impiannya. Pesan tersebut menjadi inti dari pertunjukan yang dikemas melalui seni teater.

“Kita angkat judul Amat Mau Jadi Presiden karena semua anak Indonesia boleh bermimpi. Dari mimpi itulah kalian akan menjadi seseorang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hanifah juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan lebih memperhatikan para pelaku seni, termasuk dalam penyediaan anggaran serta tempat yang dapat digunakan untuk latihan maupun pertunjukan.

Ia mengaku pihaknya telah beberapa kali mengajukan proposal audiensi kepada pemerintah daerah. Namun, hingga kini dukungan yang diharapkan belum terealisasi secara maksimal.

“Kami benar-benar mengharapkan Pemkot Tangsel membantu perihal anggaran maupun lokasi tempat untuk latihan dan pertunjukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wahyu selaku perwakilan Kementerian Kebudayaan UPT tingkat daerah di Banten memberikan apresiasi terhadap pementasan tersebut. Menurutnya, kegiatan seni seperti ini dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus mendorong kolaborasi antara pelaku budaya dan pemerintah daerah.

Wahyu berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga keberadaan seni dan budaya di daerah semakin berkembang serta memiliki ruang yang lebih luas untuk dikenal masyarakat.

Apresiasi juga datang dari Wiken, perwakilan sponsor dari Foundation. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk menyalurkan minat dan bakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan telepon seluler.

“Kita bangga dengan komunitas BKN yang perjuangannya pasti tidak mudah. InsyaAllah ke depannya akan menjadi besar dan dikenal masyarakat,” kata Wiken.

Ia berharap BKN dan Teater Tanah Pucung dapat terus mengembangkan kesenian lokal, termasuk kesenian Betawi serta berbagai kesenian dari Tangerang Selatan dan Provinsi Banten. Pementasan “Amat Mau Jadi Presiden” pun diharapkan menjadi awal dari semakin luasnya kolaborasi seni yang melibatkan anak berkebutuhan khusus dan masyarakat.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari teropongpost.id di Google News.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.