Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Dibangun untuk Warga Jakarta Utara

Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Dibangun untuk Warga Jakarta Utara
JAKARTA – Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda dan momentum lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-98 pada 19 Oktober 2026, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) DPD Jakarta Utara bersama DPD Jakarta Pusat dan DPD Jakarta Barat membangun Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina (RSLHSFM) bagi warga yang membutuhkan.

Program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah (RSLHSFM) tersebut secara resmi dimulai melalui peletakan batu syukur atau batu pertama pada Senin (21/09/2026). Pembangunan ini menjadi bagian dari kegiatan sosial OPSHID yang diarahkan untuk menyediakan hunian layak bagi penerima manfaat.

Pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah tahun ini diperuntukkan bagi keluarga Moch. Hadi, 58 tahun, yang beralamat di Jalan Papanggo Gg Mawar No.39C, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut melibatkan tiga DPD OPSHID, yakni Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.

Program pembangunan rumah syukur disebut telah menjadi agenda tahunan OPSHID sejak 2008. Berdasarkan keterangan penyelenggara, program tersebut diwujudkan melalui pemberian rumah secara gratis kepada warga Indonesia yang belum memiliki hunian yang dinilai layak untuk ditempati.

Read More

Pelaksanaan pembangunan RSLHSFM mengandalkan prinsip kemandirian dan gotong royong. Keterlibatan anggota OPSHID serta warga Shiddiqiyyah dari tiga wilayah DPD menjadi salah satu unsur utama dalam pelaksanaan pembangunan rumah tersebut.

PJ Media OPSHID, Andi Junaidi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi internal organisasi. Ia mengatakan program tersebut tidak diajukan melalui proposal kepada pemerintah maupun lembaga lainnya.

“Program ini dijalankan Satu Komando dari pimpinan OPSHID FKYME, tanpa mengajukan proposal kepada pemerintah maupun lembaga manapun,” ujar Andi Junaidi selaku PJ Media OPSHID.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Subekan, menjelaskan bahwa pembangunan tahun ini difokuskan untuk keluarga Moch. Hadi. Menurutnya, rumah yang dibangun diharapkan tidak hanya memenuhi aspek kelayakan hunian, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

“Pada tahun ini Tiga DPD (Jakut, Jakpus, dan Jakbar) membangun RSLHSFM untuk keluarga Bapak Moch. Hadi (58 Tahun) yang beralamatkan di Jl. Papanggo Gg Mawar No.39C, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Semoga rumah yang dibangun ini tidak hanya wujud nyata bangunan yang layak dihuni saja, melainkan bisa membawa manfaat kebahagiaan dan keberkahan bagi keluarga yang menempatinya,” harap Subekan sebagai Ketua Panitia Pembangunan.

Dari perspektif kegiatan sosial, pembangunan rumah tersebut menempatkan gotong royong sebagai pendekatan utama. Sumber yang disampaikan penyelenggara menunjukkan bahwa pembangunan dilakukan dengan mengandalkan partisipasi internal anggota dan warga yang terlibat dalam program.

Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda dan lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Bagi penyelenggara, nilai yang terkandung dalam momentum tersebut tidak hanya dipahami sebagai agenda peringatan, tetapi juga diterjemahkan melalui kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi penerima.

OPSHID menyebut pelaksanaan pembangunan RSLHSFM sebagai bentuk nyata dari semangat kebersamaan. Konsep tersebut kemudian diwujudkan melalui pembangunan rumah bagi keluarga yang menjadi penerima manfaat program.

Dalam keterangannya, penyelenggara menempatkan program tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat sosial melalui kerja bersama. Pendekatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan pembangunan rumah tanpa menjadikan kegiatan sebagai sekadar seremoni peringatan.

“Dengan dasar perjuangan melalui kebersamaan, gotong royong, dan doa diyakini program OPSHID ini dapat membawa Fatchan Mubiina atau kemenangan yang nyata,” tutupnya.

Pembangunan RSLHSFM di Tanjung Priok dengan demikian menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial OPSHID yang dilaksanakan dalam rangka momentum nasional pada 2026. Melalui keterlibatan tiga DPD, program tersebut diarahkan untuk menghadirkan hunian yang layak bagi keluarga Moch. Hadi sekaligus mempertahankan pola gotong royong yang menjadi dasar pelaksanaannya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.