Pertamina EP Tarakan Field Bawa Batik Kubedistik ke Forum Nasional, Perkuat Pemberdayaan Disabilitas di Road to HUT Dekranas ke-46

Pertamina EP Tarakan Field Bawa Batik Kubedistik ke Forum Nasional, Perkuat Pemberdayaan Disabilitas di Road to HUT Dekranas ke-46
Makassar – Pertamina EP Tarakan Field kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi yang inklusif. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), perusahaan menghadirkan Batik Kubedistik karya penyandang disabilitas asal Kalimantan Utara pada forum nasional Road to HUT Dekranas ke-46 yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Keikutsertaan Pertamina EP Tarakan Field dalam kegiatan tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan untuk memperluas ruang promosi bagi produk lokal yang dihasilkan kelompok rentan. Kehadiran Batik Kubedistik di ajang nasional tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Utara, tetapi juga menunjukkan bahwa pelaku usaha penyandang disabilitas mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang kompetitif di tingkat nasional.

Melalui Road to HUT Dekranas ke-46, Pertamina EP Tarakan Field menegaskan bahwa program CSR tidak berhenti pada pemberian pelatihan atau bantuan awal semata. Pendampingan yang berkesinambungan diarahkan untuk membangun kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta menciptakan kemandirian ekonomi bagi kelompok penyandang disabilitas yang menjadi mitra binaan perusahaan.

Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) merupakan komunitas penyandang disabilitas yang berbasis di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Sejak tahun 2019, kelompok tersebut mendapatkan pembinaan melalui program CSR Pertamina EP Tarakan Field, yang mencakup peningkatan keterampilan membatik, pengembangan desain motif khas daerah, hingga penguatan aspek manajemen usaha.

Read More

Selama proses pendampingan, Kubedistik berhasil mengembangkan produk batik dengan karakteristik motif yang mengangkat identitas budaya Kalimantan Utara. Selain memperhatikan nilai artistik, kelompok ini juga mulai menerapkan proses produksi yang lebih ramah lingkungan serta berorientasi pada peningkatan nilai tambah ekonomi bagi para anggotanya.

Forum nasional bertajuk “Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas” tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta pelaku UMKM dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Dalam pameran tersebut, Batik Kubedistik diperkenalkan kepada berbagai pemangku kepentingan nasional, termasuk Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas Sri Suparni Bahlil, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Metty Herindra, perwakilan pemerintah daerah, serta para pelaku industri energi dan sektor kreatif.

Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah program pemberdayaan masyarakat harus diukur melalui manfaat nyata yang dirasakan oleh penerima program. Menurutnya, partisipasi Kubedistik dalam forum nasional merupakan indikator bahwa hasil pembinaan telah berkembang menjadi produk yang memiliki identitas budaya sekaligus daya saing.

“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat. Melalui forum nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya masyarakat binaan memiliki kualitas, nilai budaya, dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional,” ujar Elis Fauziyah.

Selain mengikuti pameran produk, anggota Kubedistik juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai sesi peningkatan kapasitas, termasuk coaching clinic dan seminar bersama praktisi industri kreatif nasional. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam aspek inovasi produk, strategi pemasaran, hingga pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Local Hero Kubedistik, Sony Lolong, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Pertamina EP Tarakan Field selama proses pembinaan. Menurutnya, kesempatan tampil dalam forum nasional menjadi motivasi bagi seluruh anggota kelompok untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pengenalan batik khas Kalimantan Utara kepada masyarakat Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada PEP Tarakan Field yang selama ini mendampingi kami, mulai dari pengembangan keterampilan hingga membuka kesempatan mengikuti berbagai pameran. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperkenalkan batik khas Kalimantan Utara kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Manager Communication Relations & CID Dony Indrawan menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat implementasi Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) sebagai bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan. Menurutnya, program CSR harus mampu menghasilkan inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta penguatan ekonomi yang inklusif.

“Kami berkomitmen terus mendorong lahirnya inovasi dan produk unggulan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan, melestarikan budaya daerah, serta memperkuat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dony Indrawan.

PT Pertamina EP Tarakan Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, perusahaan menjalankan kegiatan operasi hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari komitmen mendukung keberlanjutan energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.