Perspektif Ibadah untuk Keberkahan Kerja

Perspektif Ibadah untuk Keberkahan Kerja
iklan dinsos
Penulis: Deni Nuryadin
(Komissioner BAZNAS Kota Tangerang Selatan)

Gerak itu mengeluarkan segala effort berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya atau dari satu kondisi ke kondisi lainnya.

Gerak juga merupakan momentum perubahan dari suatu keadaan yang kurang baik menjadi keadaan yang lebih baik.

Read More

Harapan hasil dari suatu pergerakan adalah adanya perubahan menuju terealisasinya karya dalam arti luas.

Gerak dalam arti menghasilkan manfaat nilai ekonomis dapat pula diartikan sebagai kata aktif dalam bekerja.

Sedangkan, kata “kerja” dalam arti sederhana adalah melakukan aktifitas baik secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak manfaat atau belum atau bahkan tidak memberikan dampak secara materi bagi yang melakukannya, namun sisi ibadah telah tertunaikan.

Islam mengajarkan kepada kita untuk berusaha terlebih dahulu dalam rangka mencari nafkah atau maisah lalu kemudian berdoa dan pasrah atas hasil dari ketentuanNya.

Menurut penulis, kata kerja dalam perspektif ibadah dapat mengandung pengertian apabila suatu aktifitas dilakukan dengan niat dan tujuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain atau pihak lain walaupun bagi orang yang melakukannya belum tentu atau bahkan tidak menerima manfaat secara nilai ekonomis (materi) secara langsung maka dapat dikatakan kerja.

Aktifitas kerja yang dilakukan tidak semata-mata untuk mengejar kebahagiaan duniawi semata melainkan mempunyai visi jauh kedepan setelah waktu jam kehidupan di dunianya berhenti atau dalam rangka meraih kebahagiaan di akhirat maka dapat dikatakan kerja.

Sebagaimana disebutkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Iman Ahmad bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : _“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia”_ (HR. Ahmad).

Terlebih perintah kerja dengan mengedepankan aspek pemenuhan ibadah dalam setiap kegiatan aktifitas juga termaktub dalam Surah Al Jumuah Ayat 9-10, Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum’at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Ayat ini menggambarkan bahwa manusia Islam diperitahkan untuk mendahulukan pemenuhan aktifitas ibadahnya dahulu, baru kemudian mengejar pemenuhan kebutuhan duniawinya.

Umat Islam wajib menciptakan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan ibadah bagi rohaninya dan pemenuhan kehidupan dunia yang layak bagi jasmaninya.

Bekerja dengan maksimal dan penuh tanggung jawab serta menikmati penyelesaian dari setiap detail pekerjaannya juga merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah, kerena di tempat lain dan diwaktu yang sama begitu banyak orang yang tidak seberuntung kita, menjadi pengangguran dan menjadi beban sosial dan ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Dikesempatan ini, penulis mengajak kepada kita semua, terutama bagi kalangan muda untuk berlomba-lomba mengejar amal ibadah dan prestasi karena penulis teringat akan sebuah nasehat tertulis; bahwa kesempatan “golden time” itu tidak akan datang dua kali atau waktu adalah “pedang” atau menurut konsep barat tentang waktu itu adalah “uang”.

Sedangkan waktu adalah pedang dimaksudkan bagi siapa saja yang “tidak mampu” memanfaatkan waktu untuk berbuat baik bagi dirinya dan orang lain maka mereka itu masuk kepada “golongan merugi”, baik merugi di dunia maupun merugi di akherat, karena dirinya akan tertebas oleh pedang waktunya.

Karena setiap makhluk di dunia ini memilik pagu waktu kehidupannya masing-masing, tidak bisa ditambah atau dikurangi, maka Islam memotivasi umatnya agar memanfaatkan setiap detik waktu kehidupannya, terlebih setiap detik merupakan “golden time”, sebuah harapan dan peluang keberhasilan di masa sekarang atau akan datang

Bekerja dan bergerak merupakan sunatullah, agar manusia mendapatkan kehidupan yang lebih layak melewati dari waktu ke waktu kehidupannya, namun dengan tetap berpasrah dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diterimanya.

Semoga dengan perspektif ibadah dalam setiap gerak langkah kita bekerja, akan menghasilkan balasan pahala dan keberkahan serta keridhoan dari Allah SWT, Aamiin YRA.

iklan DLH

Related posts