Pentahelix Center Dorong Pembentukan Koperasi SIKOMAT sebagai Mesin Kolaborasi Petani Kopi Manglayang Timur

Pentahelix Center Dorong Pembentukan Koperasi SIKOMAT sebagai Mesin Kolaborasi Petani Kopi Manglayang Timur
Teropongpost, Sumedang – Pentahelix Center mendorong pembentukan Koperasi SIKOMAT sebagai mesin kolaborasi petani kopi Manglayang Timur melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Kelompok Tani Berdikari di kawasan Manglayang Timur, Jumat (29/5/2026). Langkah ini menjadi awal penguatan kemandirian ekonomi petani kopi berbasis kolaborasi lintas sektor.

Pembentukan Koperasi SIKOMAT atau Koperasi Produsen Petani Kopi Manglayang Timur menjadi salah satu upaya strategis yang diinisiasi Pentahelix Center untuk memperkuat posisi petani kopi dalam menghadapi tantangan pasar. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah kolektif bagi para petani untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.

“Pentahelix Center dan Kelompok Tani Berdikari menyepakati pembentukan Koperasi SIKOMAT sebagai mesin kolaborasi petani kopi Manglayang Timur yang mampu mengintegrasikan berbagai unsur pendukung, mulai dari sektor pendidikan, bisnis, pemerintah, komunitas, hingga media” Ujar Alip Purnomo

Melalui MoU tersebut, kedua pihak sepakat untuk mendorong terbentuknya Koperasi Produsen Petani Kopi Manglayang Timur sebagai wadah dalam memperkuat posisi tawar petani, meningkatkan nilai tambah produk kopi, mengembangkan pengolahan pascapanen, serta memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

Koperasi SIKOMAT tidak hanya dirancang sebagai lembaga ekonomi semata, namun juga diproyeksikan menjadi sebuah sistem kolaboratif yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan dan sumber daya dalam mendukung kemajuan petani kopi lokal.

Konsep yang diterapkan mengacu pada pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas, serta media dalam membangun sinergi pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas kopi.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas produksi kopi serta memperluas jaringan pemasaran petani.

Selain itu, kehadiran koperasi diharapkan dapat membantu petani dalam memperoleh akses pelatihan, pendampingan, teknologi pertanian, hingga dukungan permodalan untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Berdikari juga diharapkan dapat memperoleh manfaat langsung melalui peningkatan kemampuan pengolahan hasil panen agar produk kopi memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Program tersebut sekaligus menjadi langkah untuk mendorong lahirnya model pembangunan ekonomi lokal yang berbasis potensi daerah dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Pihak penyelenggara berharap Koperasi SIKOMAT dapat menjadi contoh model pemberdayaan petani yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain, terutama kawasan penghasil kopi di Indonesia.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor melalui konsep pentahelix, diharapkan petani kopi Manglayang Timur mampu berkembang lebih mandiri, memiliki daya saing yang lebih baik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.