Pemberhentian Sementara Sejumlah SPPG di Banten Dibatalkan, Presidium Forwatu Banten: BGN “Masuk Angin”

Pemberhentian Sementara Sejumlah SPPG di Banten Dibatalkan, Presidium Forwatu Banten: BGN “Masuk Angin”

Teropongpost, Lebak, –Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Provinsi Banten kembali menjadi sorotan para aktivis. Berbagai permasalahan muncul, mulai dari kualitas komoditas pangan, ketidaksesuaian harga, hingga beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi syarat kelayakan operasional.

Baru-baru ini, keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II dinilai plin-plan karena tidak mempertimbangkan berbagai aspek dan risiko secara matang demi hasil yang optimal.

Read More

Pasalnya, dalam waktu hanya satu hari, keputusan yang diambil Direktur Bidang Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Albertus Dony Dewantoro, berubah, sehingga menimbulkan dugaan publik bahwa BGN telah “masuk angin”.

Sebelumnya, melalui surat BGN nomor 838/D. TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026, BGN memutuskan pemberhentian sementara operasional sebanyak 62 SPPG di wilayah Banten karena diduga tidak memenuhi syarat kelayakan sesuai peraturan yang berlaku.

Namun, pada tanggal 11 Maret 2026, BGN kembali mengeluarkan surat nomor 866/D. TWS/03/2026 yang membatalkan surat sebelumnya, sehingga surat dengan nomor 838/D. TWS/03/2026 dinyatakan tidak berlaku.

“Sejam sejak surat pemberhentian sementara SPPG di beberapa wilayah Banten beredar di publik, saya memberikan apresiasi atas sanksi yang sudah tepat! Namun, sehari setelahnya surat itu batal berlaku. Saya cukup kecewa dan kuat dugaan ada permainan dengan pihak dapur,” ujar Presidium Forwatu Banten, Arwan, S.Pd., M.Si., kepada wartawan, Kamis, 12 Maret 2026.

Arwan juga mengungkapkan kemarahannya dan menyebut bahwa BGN telah “masuk angin”. Ia berencana menggerakkan massa dalam aksi besar-besaran di depan kantor BGN.

“Kemarahan kami tak bisa dibendung. Setelah Idul Fitri, kami akan menggerakkan massa besar untuk mendesak BGN melakukan evaluasi atau menutup Program MBG jika banyak kepentingan yang hanya untuk memperkaya diri dan menyimpang dari visi meningkatkan gizi anak Indonesia,” tegasnya.

“BGN ‘Masuk Angin’!! Sudah sewajarnya kita semua bergerak melakukan aksi massa besar di kantor BGN!” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.