MPLS Ramah 2026 di Kabupaten Tangerang Dipantau Langsung, Hj. Dili Windu Tekankan Pendidikan Berkarakter dan Lingkungan Sekolah Inklusif

MPLS Ramah 2026 di Kabupaten Tangerang Dipantau Langsung, Hj. Dili Windu Tekankan Pendidikan Berkarakter dan Lingkungan Sekolah Inklusif
Teropongpost, Tangerang – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terus memperkuat implementasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah sebagai bagian dari strategi membangun budaya pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan, Kepala Bidang Sekolah Dasar sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama, Hj. Dili Windu Rezeki Sugandi, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah di Kabupaten Tangerang pada Jumat (17/7/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk meninjau pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di berbagai satuan pendidikan dasar dan menengah pertama. Selain memonitor jalannya kegiatan, pemantauan ini juga bertujuan memastikan seluruh sekolah menerapkan prinsip pembelajaran yang menghormati hak anak, bebas dari perundungan, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sejak hari pertama siswa memasuki sekolah.

Pelaksanaan MPLS Ramah tahun ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada pengenalan budaya sekolah, penguatan nilai-nilai karakter, pengembangan kemampuan sosial peserta didik, serta pembentukan hubungan positif antara siswa, guru, dan warga sekolah.

Menurut Hj. Dili Windu Rezeki Sugandi, orientasi peserta didik baru tidak lagi dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi merupakan tahapan strategis dalam membangun kesiapan psikologis dan sosial siswa sebelum memasuki proses pembelajaran secara penuh.

Read More

“Kami ingin setiap anak merasa diterima dan nyaman sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah. MPLS Ramah adalah wujud komitmen kami untuk memberikan pengalaman belajar yang positif dari awal,” ujarnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Hj. Dili Windu mendatangi sejumlah sekolah, antara lain SDN Bojong 1 dan SDN Bojong 2 Cikupa, SDN Sodong 1 Tigaraksa, SDN Kadu Agung 1 Balaraja, serta SDN Pinang Tigaraksa. Di setiap lokasi, ia meninjau pelaksanaan kegiatan, berdialog dengan kepala sekolah, guru, panitia MPLS, hingga berinteraksi langsung dengan peserta didik baru.

Berbagai aktivitas yang diamati meliputi pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan kelompok belajar, kegiatan membangun keakraban antarsiswa, penyampaian tata tertib sekolah, hingga penanaman nilai-nilai karakter yang menjadi bagian dari budaya pendidikan di Kabupaten Tangerang.

Saat berada di SDN Bojong 1 Cikupa, Hj. Dili Windu menyaksikan kegiatan pembentukan kelompok belajar yang dirancang untuk mempercepat proses adaptasi peserta didik baru. Ia menilai pendekatan tersebut mampu memperkuat interaksi sosial sekaligus membangun rasa percaya diri siswa dalam memasuki lingkungan pendidikan yang baru.

Ia juga menegaskan bahwa indikator keberhasilan MPLS Ramah tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan kegiatan, melainkan dari terciptanya rasa aman, nyaman, dan diterima oleh seluruh peserta didik tanpa adanya perlakuan diskriminatif.

“Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu pun siswa yang merasa terpinggirkan. Setiap anak berhak mendapatkan perhatian dan dukungan yang sama agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.

Pada kunjungan di SDN Sodong 1 Tigaraksa dan SDN Pinang Tigaraksa, perhatian juga diarahkan pada kesiapan sarana pendukung serta aspek keamanan sekolah selama berlangsungnya kegiatan MPLS. Menurutnya, perlindungan terhadap peserta didik merupakan prioritas utama yang harus dijaga oleh seluruh penyelenggara pendidikan.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam MPLS dilakukan dengan memperhatikan protokol keamanan dan kesehatan. Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab bersama kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, di SDN Kadu Agung 1 Balaraja, Hj. Dili Windu memberikan apresiasi kepada para guru, tenaga kependidikan, serta panitia yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan MPLS secara tertib dan edukatif. Ia menilai kolaborasi seluruh unsur sekolah menjadi faktor penting dalam menciptakan proses adaptasi yang menyenangkan bagi peserta didik baru.

“Tanpa dukungan dari semua pihak, tidak mungkin kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hj. Dili Windu menjelaskan bahwa hasil pemantauan di sejumlah sekolah akan menjadi bagian dari proses evaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Berbagai masukan yang diperoleh selama kunjungan akan dianalisis sebagai dasar penyempurnaan pelaksanaan MPLS Ramah pada tahun-tahun berikutnya agar semakin efektif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

“Kami selalu terbuka untuk masukan dari berbagai pihak karena setiap ide baik bisa menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Menutup rangkaian kunjungannya, Hj. Dili Windu berharap pelaksanaan MPLS Ramah 2026 mampu menjadi fondasi awal yang kuat bagi peserta didik baru dalam membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Tangerang.

“Pendidikan adalah investasi masa depan, oleh karena itu kita semua harus bersinergi dalam mendukung perkembangan dunia pendidikan di daerah kita,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.