Teropongpost Kalianda, — Gagasan besar Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Lampung Selatan, Zul Kenedy menyampaikan rencana kegiatan Lomba Lintas Alam Rajabasa dan Krakatau (L2WARK) bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung selatan Dr. I Nyoman Setiawan, SE, MM di Aula, Hotel Lamban Queen Desa Maja Kecamatan Kalianda, Jum’at (3/7/2026).
Pada kesempatan pertama Ketua JWI Zul Kenedy memaparkan dengan singkat rencana kegiatan Lintas Alam Gunung Rajabasa dan Krakatau yang rencananya akan digelar pada bulan Oktober 2026.
Ia melanjutkan pengalamannya pada tahun 2012 pernah melaksanakan kegiatan lintas alam di gunung raja basa dengan keterbatasan alhamdulillah sukses animo dari masyarakat cukup besar, ucapnya.
Kadis Pariwisata Dr. Nyoman menyambut baik rencana kegiatan tersebut setelah mendengar masukan dan diskusi dari seluruh pengurus JWl yang hadir, mengatakan hal yang paling penting untuk kita perhatikan adalah: siapa pihak yang bertanggung jawab, dan siapa yang benar-benar memahami serta menguasai jalannya event tersebut tentunya akan kita bahas bersama kepada dinas terkait untuk merumuskan opsi yang terbaik agar pelaksanaannya dapat tercapai dengan baik, ujar Nyoman.
Karena sudah banyak lokasi Agroeduwisata yang sudah mulai berjalan seperti di Desa Trimomukti, Desa Fajar Baru, kawasan pesisir Ketapang, dan destinasi wisata lainnya kita harus memastikan pengelolanya memahami tujuan edukasi, menguasai data dan materi, serta mampu mengkordinasikan agar program tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Selanjutnya, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan beserta solusinya demi kemajuan bersama.”
“Pertama, terkait kejelasan pengelolaan. Kita perlu menetapkan satu tim koordinator yang benar-benar memahami dan menguasai seluruh program, sehingga tidak ada lagi ketidakjelasan siapa yang memegang kendali.”
“Kedua, menyatukan program yang saat ini berjalan terpisah. Kita susun rute eduwisata yang terpadu, sehingga wisatawan dan sekolah bisa mengunjungi beberapa lokasi sekaligus dengan tema yang berkesinambungan.”
“Ketiga, menyusun materi edukasi yang baku dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, sehingga kunjungan ini benar-benar bernilai tambah bagi proses belajar siswa.”
“Keempat, terus membenahi akses jalan, fasilitas umum, dan kenyamanan di setiap lokasi eduwisata.”
“Kelima, meningkatkan kemampuan pengelola melalui pelatihan dan sertifikasi, serta memperluas kerja sama dengan sekolah dan dinas terkait.”
“Dengan langkah-langkah yang terarah ini, saya yakin Eduwisata Lampung Selatan akan menjadi lebih teratur, bermanfaat bagi pelaku UMKM dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas.”
Selain itu, I Nyoman Setiawan mengatakan di forum tersebut bahwa, “kita juga harus menjawab keraguan yang muncul. apa sebenarnya ciri yang membuat sebagian orang menganggap program ini sekadar isu atau mimpi belaka.
“Maka, justru di sinilah pentingnya kemasan yang tepat untuk program ini, hal yang sampai saat ini masih terus kita cari dan benahi. Dalam menyusunnya, kami juga turut mendengarkan masukan dari rekan-rekan yang bergerak di bidang pariwisata.”
“Perlu kita sadari bersama: Dinas Pariwisata bukanlah pelaku utama atau pelaksana tunggal, melainkan berperan sebagai fasilitator sekaligus pengatur atau regulator. Peran inilah yang harus ditegakkan dengan jelas, agar program tidak menimbulkan kesalahpahaman dan benar-benar terpercaya dan solid, tuturnya.
Hal lain yang perlu kita pelajari dari kegiatan yang pernah dilaksanakan sebelumnya adalah: bagaimana aspek partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya,
lanjut I Nyoman Setiawan “Apakah masyarakat sudah dilibatkan, atau hanya sekadar menjadi objek saja? Keberhasilan eduwisata sangat bergantung pada seberapa besar dukungan dan keikutsertaan warga setempat.”
“Kita juga harus menghindari segala hal yang bernuansa politik praktis, serta menjauhi kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan hukum, yang nantinya justru mendatangkan masalah kerugian maupun dampak buruknya bagi program ini, tegasnya.
Dan tentunya program ini sebagaimana proposal yang telah disampaikan akan kami laporkan segera kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tentunya setelah kami bahas dan rumuskan opsi mana yang terbaik, tutupnya.







