Teropongpost, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memaparkan transformasi besar TNI AD yang mencakup penguatan kesejahteraan prajurit, peningkatan kesiapan satuan, serta perluasan kontribusi institusi kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan Kasad dengan jajaran Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Dalam forum tersebut, Kasad menempatkan kesejahteraan prajurit sebagai salah satu fondasi penting dalam proses pembenahan TNI AD. Menurutnya, peningkatan kualitas kehidupan prajurit dan keluarganya perlu berjalan beriringan dengan penguatan profesionalisme, kesiapan operasional, serta kemampuan satuan dalam melaksanakan tugas.
Pertemuan Kasad dan PPAD juga menjadi ruang untuk menjelaskan perkembangan transformasi besar TNI AD yang sedang berlangsung. Selain membahas pembinaan internal, agenda tersebut memperkuat komunikasi antara generasi prajurit aktif dan purnawirawan sebagai bagian dari kesinambungan nilai pengabdian, loyalitas, dan kepentingan nasional.
Jenderal Maruli menjelaskan, pembenahan kesejahteraan prajurit dilakukan melalui peningkatan kualitas berbagai fasilitas pendukung kehidupan dan tugas. Program tersebut antara lain mencakup renovasi rumah dinas, perbaikan barak, pembenahan markas Koramil dan pangkalan, serta peningkatan fasilitas satuan untuk menunjang aktivitas personel di lapangan.
Aspek kesehatan juga menjadi bagian dari perhatian TNI AD. Penguatan kapasitas rumah sakit militer, termasuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan rumah sakit Angkatan Darat yang berada di sejumlah daerah, diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi prajurit dan keluarga.
Selain kesehatan, sektor pendidikan turut mendapat perhatian sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan dinilai penting untuk membentuk personel yang memiliki kapasitas profesional sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan organisasi dan tantangan tugas yang terus berkembang.
Transformasi tersebut tidak berhenti pada pembenahan internal. TNI AD juga memperluas program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sejumlah agenda yang dikedepankan mencakup dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, Program Manunggal Air, pembangunan infrastruktur melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pembangunan Jembatan Garuda di sejumlah wilayah, serta kegiatan bakti sosial dan bantuan kemanusiaan.
Kasad menyampaikan bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan strategis pemerintah yang dilaksanakan melalui koordinasi lintas sektor. TNI AD bekerja bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan program dapat diterapkan secara terpadu dan memberikan manfaat yang terukur.
“Seluruh program yang kami jalankan merupakan bagian dari implementasi kebijakan Presiden. TNI AD berupaya mengintegrasikan kebijakan tersebut agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pelaksanaannya,” ujar Jenderal Maruli.
Dalam kesempatan yang sama, Kasad juga menekankan pentingnya menjaga hubungan kelembagaan dengan keluarga besar TNI AD, termasuk para purnawirawan. Menurutnya, pengalaman dan pengabdian para purnawirawan tetap memiliki nilai strategis dalam menjaga kesinambungan semangat kebangsaan serta memperkuat ikatan antargenerasi di lingkungan TNI AD.
Ia memberikan apresiasi terhadap kontribusi anggota PPAD yang telah mengabdikan diri selama masa dinas maupun setelah memasuki masa purnawirawan. Hubungan yang terpelihara antara personel aktif dan purnawirawan dinilai dapat menjadi modal sosial dalam menjaga soliditas institusi sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian kepada negara.
Ketua Umum PPAD Mayjen TNI (Purn.) Dr. Komaruddin Simanjuntak menyambut positif berbagai pembaruan yang dilakukan TNI AD. Ia menilai perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan pengembangan program yang berdampak langsung bagi masyarakat merupakan bagian penting dari penguatan institusi.
PPAD juga menyatakan dukungan terhadap langkah TNI AD yang dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dan kepentingan nasional. Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara prajurit aktif dan purnawirawan tidak hanya dibangun melalui ikatan sejarah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap keberlanjutan pengabdian kepada bangsa.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh senior TNI AD, antara lain Letjen TNI (Purn.) Agum Gumelar dan Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri. Kehadiran para senior tersebut memperlihatkan kesinambungan hubungan antara generasi aktif dan purnawirawan dalam menjaga persatuan, soliditas, serta nilai-nilai pengabdian.
Secara keseluruhan, pemaparan Kasad di hadapan PPAD memperlihatkan bahwa transformasi TNI AD diarahkan tidak hanya pada peningkatan kemampuan organisasi, tetapi juga pada penguatan aspek manusia dan manfaat sosial. Kesejahteraan prajurit, kualitas fasilitas, layanan kesehatan dan pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat ditempatkan sebagai elemen yang saling berkaitan dalam membangun organisasi yang profesional dan adaptif.
Dengan pendekatan tersebut, pembenahan internal TNI AD diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kontribusi institusi terhadap kepentingan masyarakat. Sinergi antara prajurit aktif, purnawirawan, pemerintah, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan agenda penguatan pertahanan sekaligus pengabdian sosial dapat berlangsung secara berkelanjutan.







