JATMAN Ubah Jadwal Istighatsah-Manaqib Kubro Jelang Muktamar NU ke-35 di Tambak beras

JATMAN Ubah Jadwal Istighatsah-Manaqib Kubro Jelang Muktamar NU ke-35 di Tambak beras
Teropongpost, JOMBANG — Persiapan menuju Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya dilakukan melalui kesiapan organisasi dan teknis. JATMAN juga menyiapkan agenda spiritual berupa Istighatsah-Manaqib Kubro sebagai ikhtiar doa menjelang forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut.

Agenda Istighatsah-Manaqib Kubro JATMAN mengalami perubahan jadwal. Berdasarkan pemberitahuan terbaru JATMAN Online, kegiatan yang sebelumnya direncanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, dimajukan menjadi Selasa, 25 Agustus 2026.

Kegiatan Istighatsah-Manaqib Kubro JATMAN tersebut dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amanah II Bahrul Ulum, Tambak beras, Jombang. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus ikhtiar mendoakan kelancaran Muktamar NU ke-35, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak beras.

Perubahan jadwal tersebut membuat Istighatsah-Manaqib Kubro JATMAN berlangsung hanya beberapa hari sebelum pembukaan Muktamar. Kedekatan waktu ini memperkuat posisi kegiatan sebagai bagian dari persiapan spiritual yang mengiringi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35.

Read More

Bagi JATMAN, istighatsah dan manaqib tidak semata-mata diposisikan sebagai kegiatan seremonial. Forum tersebut menjadi ruang berkumpulnya para pengamal thariqah, ulama, muhibbin, serta warga Nahdliyin untuk memanjatkan doa bersama.

Istighatsah merupakan tradisi doa yang ditujukan untuk memohon pertolongan dan keberkahan Allah SWT. Sementara itu, manaqib berkembang sebagai bagian dari tradisi keagamaan di lingkungan pesantren dan komunitas pengamal thariqah.

Melalui kegiatan tersebut, doa diarahkan agar Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar serta menghasilkan keputusan yang memberikan kemaslahatan bagi jam’iyyah, umat, bangsa, dan negara.

JATMAN juga mengundang jajaran pengurus Idarah Aliyah, Wustha, dan Syu’biyah dari berbagai daerah untuk berpartisipasi. Keterlibatan struktur organisasi dari sejumlah tingkatan membuat kegiatan tersebut memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan agenda keagamaan yang bersifat lokal.

Rais ‘Ali JATMAN KH Achmad Chalwani Nawawi menjadi salah satu tokoh yang menyerukan kehadiran dalam Istighatsah-Manaqib Kubro tersebut. Ajakan itu ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual untuk menyambut pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Dalam struktur JATMAN, Prof. KH Ali Masykur Musa tercatat sebagai Mudir ‘Ali, sedangkan KH M. Zainal Arifin Ma’shum juga tercantum dalam jajaran kepengurusan.

Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, belum terdapat rundown terbuka yang memastikan tokoh tertentu sebagai penceramah utama maupun pemberi mauidhah. Karena itu, posisi struktural seseorang dalam kepengurusan JATMAN tidak dapat secara otomatis dipahami sebagai kepastian bahwa yang bersangkutan akan menjadi pengisi acara.

Pemilihan Tambakberas sebagai lokasi Istighatsah-Manaqib Kubro memiliki konteks tersendiri. Kawasan Bahrul Ulum dikenal sebagai lingkungan pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan tradisi keislaman dan kehidupan Nahdliyin.

Menjelang pelaksanaan Muktamar, aktivitas keagamaan di kawasan tersebut juga semakin intensif. Pada 20 Agustus 2026, warga Nahdliyin disebut telah menggelar kegiatan shalawat dan istighatsah di Tambakberas sebagai bentuk doa untuk kelancaran Muktamar.

Dengan demikian, kegiatan JATMAN pada 25 Agustus 2026 menjadi bagian dari rangkaian suasana spiritual yang menyertai persiapan Muktamar NU ke-35.

Muktamar sendiri bukan hanya forum untuk membahas agenda organisasi dan menentukan arah kebijakan NU. Forum tersebut juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, persaudaraan, tradisi pesantren, serta pengabdian kepada umat.

Dari Tambakberas, Istighatsah-Manaqib Kubro JATMAN diharapkan menjadi ruang doa bersama para ulama, pengamal thariqah, santri, dan Nahdliyin. Ikhtiar spiritual tersebut diarahkan untuk mengiringi Muktamar NU ke-35 agar berlangsung tertib, lancar, serta menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi jam’iyyah, umat, bangsa, dan negara.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.