Teropongpost, Tangsel, – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, S.E., M.M., M.A., melakukan kunjungan ke PKBM Rumah Kesadaran – Naqoy School Indonesia. Selasa, (15/9/26).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan nonformal, khususnya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui program pendidikan kesetaraan.
Dalam kesempatan itu, jajaran PKBM Rumah Kesadaran memperkenalkan berbagai program pendidikan dan pembinaan yang dikembangkan melalui Naqoy School Indonesia. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pendidikan kesetaraan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemandirian, kepercayaan diri, keterampilan hidup, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
PKBM Rumah Kesadaran mengusung konsep pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dengan pendidikan karakter, pengembangan soft skill, leadership, public speaking, entrepreneurship, serta pembinaan kesadaran diri. Melalui pendekatan ini, peserta didik diarahkan untuk mengenali potensi diri dan memiliki keberanian menentukan masa depan yang lebih baik.
Semangat yang terus dikembangkan adalah: “Mencetak peserta didik di atas rata-rata.”
Makna di atas rata-rata bukan semata soal pencapaian akademik, melainkan bagaimana peserta didik mampu memiliki sikap positif, integritas, keterampilan, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Keberadaan PKBM memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan perluasan akses belajar masyarakat. Dalam kebijakan pendidikan Kota Tangerang Selatan, layanan pendidikan kesetaraan termasuk dalam lingkup layanan di bawah Dindikbud.
Karena itu, kunjungan ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan nonformal, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi tenaga pendidik, serta pendampingan bagi anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan alternatif layanan pendidikan.
Bagi PKBM Rumah Kesadaran, pendidikan kesetaraan tidak boleh dipandang sebagai pilihan kelas dua. Setiap peserta didik berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, menemukan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Menurut Kepala Sekolah Naqoy School, Dr. Dewi Umronih Yusuf, M.Pd., PKBM Rumah Kesadaran juga mendorong agar proses pendidikan terhubung dengan pemberdayaan.
“Peserta didik tidak hanya dipersiapkan untuk lulus, tetapi juga diarahkan agar memiliki life skill dan kesiapan untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha,” ujar Dewi.
Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tersebut. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan orang tua diharapkan dapat memperluas peluang bagi peserta didik untuk berkembang secara optimal.
Kunjungan ini menjadi energi positif bagi keluarga besar PKBM Rumah Kesadaran – Naqoy School Indonesia untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan. Melalui semangat “Empowering People to Be Transhuman”, Naqoy School Indonesia berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong transformasi pribadi peserta didik.
Dalam kunjungan tersebut, Deden Deni juga berkesempatan bertemu dan berdialog langsung dengan peserta didik PKBM Rumah Kesadaran yang memiliki latar belakang beragam. Di antaranya ada yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, pengemudi ojek online, pekerja informal, serta anak-anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pendidikan.
Pertemuan ini menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan kesetaraan membuka kesempatan bagi siapa pun untuk tetap belajar dan membangun masa depan yang lebih baik tanpa dibatasi latar belakang ekonomi maupun pekerjaan.
“Setiap anak berhak memiliki kesempatan kedua untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan. Pendidikan bukan hanya tentang lulus, tetapi tentang menjadikan manusia semakin sadar, berdaya, dan bermanfaat,” pungkasnya.







