Pelayanan di Stasiun KAI Rawa Buntu Dikeluhkan Konsumen, Ini Alasannya

Pelayanan di Stasiun KAI Rawa Buntu Dikeluhkan Konsumen, Ini Alasannya
Teropongpost, Tangsel, -Diduga kekecewaan dialami oleh seorang penumpang, Ibu LR, bersama anaknya FRL dan rekannya ketika mereka turun di Stasiun Rawa Buntu. Setelah turun, Ibu LR menyadari bahwa tas miliknya tertinggal di dalam kereta. Isi tas tersebut adalah buku-buku sekolah.

Ibu LR kemudian melaporkan kejadian ini kepada Ibu Alisa pada pukul 21.00 WIB, namun saat membuat laporan, pelayanan yang diberikan dinilai kurang sopan dan tidak menunjukkan tata krama kepada penumpang. Kejadian ini berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut informasi dari Ibu Alisa, staf PT KAI, tas tersebut sudah ditemukan dan diamankan di Stasiun Tanah Abang. Ibu Alisa juga memperlihatkan foto tas tersebut. Dalam percakapan antara penumpang dengan petugas, penumpang diberitahu bahwa mereka harus mengambil sendiri tas tersebut di Stasiun Tanah Abang. Namun, penumpang diminta menunggu informasi lebih lanjut sebelum dapat pergi ke sana untuk mengambil barangnya.

Read More

Akhirnya, Ibu LR pulang ke rumah bersama rekannya, sementara anaknya, FRL, tetap menunggu di Stasiun Rawa Buntu hingga malam hari untuk mendapatkan informasi dari Ibu Alisa agar dapat mengambil barang yang tertinggal. Namun, hingga larut malam, tidak ada kejelasan yang diterima.

Orang tua dari FRL kemudian kembali ke Stasiun Rawa Buntu untuk meminta penjelasan karena anak mereka menunggu sampai tengah malam dalam keadaan belum berbuka puasa.

“Saat mempertanyakan hal tersebut kepada salah satu petugas yang menjaga loket di bawah, kita diberitahu bahwa Ibu Alisa sudah selesai bertugas atau telah pulang ke rumah,” terangnya.

Hal ini membuat konsumen merasa dipermainkan oleh petugas.

Sementara itu Kami dari awak media mendatangi Stasiun Rawa Buntu untuk melakukan konfirmasi. Kami bertemu dengan Saudara Ihya, staf PT KAI, yang menyatakan, “Saya mewakili PT KAI mohon maaf atas pelayanan yang kurang baik. Keluhan ini akan kami laporkan ke pimpinan.”

Saat kami ingin mengonfirmasi langsung kepada Ibu Alisa, ternyata beliau sudah pulang ke rumah sehingga tidak bisa dihubungi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.