Teropongpost.id Kalianda, — *Pasca digeruduk Koalisi Gerakan Bersatu (KGB), Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, *Ir. Agnatius Syahrizal, S.T., M.T., IPP.,* akhirnya buka suara. Ia menerima audiensi 10 Ormas/LSM yang tergabung dalam KGB, Kamis (5/11/2026) pukul 13.25 WIB.
Audiensi ini adalah tindak lanjut aksi KGB di depan Kantor PUPR, Senin (2/11/2026). Saat aksi pertama, Kadis tidak di tempat dan aspirasi hanya diterima Sekdis Adolf Chepy Bahuga.
Dalam aksi, KGB menyoroti dua hal krusial: pekerjaan jalan yang baru sebulan selesai sudah rusak, dan dugaan dominasi kontraktor luar daerah di proyek Lamsel.
*Kadis: Kami Terbantu Diawasi*
Kepada awak media, Agnatius menegaskan pihaknya terbuka.
“Memang ada aspirasi masyarakat terkait jalan rusak. Kita tindak lanjuti semua, tidak masalah. Kami sangat terbantu dengan kawan-kawan media dan LSM yang sudah mengecek di lapangan supaya pekerjaan infrastruktur Lamsel lebih baik,” ujarnya.
Terkait proyek titipan dan kontraktor luar, ia menjelaskan semua melalui mekanisme lelang.
“Kalau proyek kan ada proses lelangnya. Aturan baru, proyek di bawah Rp2 miliar wajib penyedia berdomisili di Kabupaten Lampung Selatan, tidak ada masalah kalau ikut lelang,” jelasnya.
*6 Komitmen PUPR yang Dicatat KGB*
Perwakilan KGB, *Amron, S.H., M.H.*, membeberkan 6 poin hasil audiensi yang menjadi taruhan komitmen Kadis PUPR:
*1. Keterbukaan Komunikasi:* PUPR siap bersinergi dan membuka komunikasi dengan Ormas, LSM, dan Pers.
*2. Responsif:* Komunikasi via telepon/WA harus direspons agar koordinasi tidak terhambat.
*3. Tindak Lanjut Laporan Bermasalah:* Jika ditemukan kekurangan volume atau pekerjaan tidak sesuai, PUPR siap menindaklanjuti.
*4. Respons Cepat 1×24 Jam:* Untuk proyek rusak/bermasalah, PUPR berkomitmen memberi teguran kepada kontraktor dalam 1×24 jam.
*5. Kearifan Lokal:* Proyek di bawah Rp2 Miliar mengutamakan penyedia jasa lokal Lamsel sesuai mekanisme lelang.
*6. Terbuka untuk Aspirasi:* PUPR terbuka menerima kritik dan pengawasan publik.
Amron menegaskan, 6 poin ini bukan sekadar catatan, tapi janji yang akan dikawal.
“Kalau tidak sesuai dengan apa yang disampaikan tadi, berarti Pak Kadis tidak komitmen. Kita akan demo lagi dengan massa lebih besar,” tegas Amron.
Kini publik menunggu, apakah 6 komitmen itu benar-benar diwujudkan di lapangan.







