Kadis LH Yespi Cory Respon Keluhan Masyarakat Terkait IPAL dan Pengelolaan Sampah Dapur SPPG

Kadis LH Yespi Cory Respon Keluhan Masyarakat Terkait IPAL dan Pengelolaan Sampah Dapur SPPG
Teropongpost Kalianda, — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Selatan, Yespi Cory merespon keluhan pengaduan masyarakat melalui beberapa media terkait masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah ( lPAL) di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung Selatan belum mematuhi petunjuk teknis sesuai Surat Edaran Pemerintah melalui Sekretaris Daerah Kabupaten ( Sekdakab) Lampung Selatan Nomor : 600.4.5/10357/lV.11/2025 Tanggal 1 Desember 2025 Tentang Pembangunan dan Pengoperasian IPAL, ujarnya.

Yespi Cory juga menanggapi tidak adanya kordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akibatnya tidak memahami petunjuk teknis IPAL sehingga terjadi dampak pada lingkungan dan kesehatan begitu juga limbah sisa makanan di dapur SPPG tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan bau di lingkungan sekitar.

Yespi Cory, disaat dihubungi media kami hari Sabtu (16/5/2026) menekankan pentingnya langkah cepat untuk mengintegrasikan gizi dan kepedulian lingkungan.

Read More

“Kami mengingatkan dapur MBG wajib memperhatikan pengelolaan IPAL harus sesuai dengan petunjuk teknis agar memastikan limbah cair diolah dengan benar tidak terjadi pencemaran lingkungan sekitar begitu juga terkait sampah agar dapat dikelola dengan baik, tegasnya.

Ia berpendapat bahwa ini adalah dampak yang luar biasa dibandingkan dengan limbah rumah makan atau kantin. Meskipun masih belum merata secara geografis, dampaknya sudah mulai timbul di beberapa Dapur SPPG.

Jika program ini berjalan cukup lama akan ada peningkatan signifikan dalam jumlah sampah yang dihasilkan oleh Dapur SPPG apa bila tak di kelola dengan baik, oleh sebab itu diharapkan kerja sama disemua pihak agar manajemen yang efektif diperlukan di setiap SPPG khususnya di Lampung selatan yang jumlahnya sudah mencapai 132 SPPG harus memberikan pendampingan dan edukasi tentang pengelolaan limbah cair dan sampah makanan dibuat tempat yang memadai.

Ia menambahkan, selain sampah MBG, ada banyak sampah organik sehari-hari yang dapat diolah menjadi kompos oleh masyarakat. Mengelola sampah organik ini juga sangat penting dan berdampak positif bagi lingkungan.

Lain daripada itu, dia juga memberikan saran bagi dapur dapur MBG dalam mengatasi masalah sampah di masa depan. Salah satu caranya adalah dengan bekerja sama dengan Dinas terkait agar membuat kesepakatan dalam pengelolaan sampah yang benar.

Pihak kami siap membantu untuk kerja samanya kapanpun diminta kita dukung program MBG ini karena bila dikelola dengan baik tentunya sangat bermanfaat untuk masyarakat, ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.