Teropongpost, Kab.TANGERANG – Pengurus Cabang Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Tangerang bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Coaching Clinic Sepak Takraw 2026 bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Kamis (23/7/2026), menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperkuat pembinaan olahraga sepak takraw sejak jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Program Coaching Clinic Sepak Takraw 2026 tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis para guru, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem pembinaan olahraga yang lebih terstruktur. Melalui keterlibatan guru PJOK sebagai ujung tombak pendidikan olahraga di sekolah, diharapkan proses pembinaan atlet usia dini dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Coaching Clinic Sepak Takraw 2026 turut dihadiri guru PJOK dari berbagai wilayah Kabupaten Tangerang, jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tangerang, serta pengurus PSTI Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan olahraga berbasis pendidikan.
Mengusung tema “Sinergi Kepelatihan Modern Demi Mewujudkan Kabupaten Tangerang Gemilang”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara organisasi olahraga dan institusi pendidikan dalam menyusun strategi pengembangan sepak takraw yang adaptif terhadap kebutuhan pembinaan atlet di masa depan.
Anggota Pengcab PSTI Kabupaten Tangerang, Roni, menjelaskan bahwa coaching clinic dirancang untuk memperluas pemahaman guru PJOK mengenai teknik, strategi, serta pengembangan olahraga sepak takraw di lingkungan sekolah. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan minat peserta didik terhadap cabang olahraga tersebut.
“Kita adakan acara ini agar para guru PJOK se-Kabupaten Tangerang dan masyarakat umum mengenal lebih jauh lagi tentang olahraga Sepak Takraw. Khususnya bagi para pelajar tingkat SD dan SMP,” ujar Roni kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa program pembinaan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. PSTI Kabupaten Tangerang telah menyiapkan agenda lanjutan berupa pelatihan bagi pelatih, guru, pelajar, hingga masyarakat, termasuk pembekalan mengenai regulasi pertandingan dan pendidikan perwasitan.
“Semua kita lakukan agar Kabupaten Tangerang ini selalu siap dalam perlombaan Sepak Takraw tingkat Provinsi, Nasional, bahkan Internasional. Bukan hanya tentang strategi, teknik, juga tata cara bermain Sepak Takraw, tapi mengenai kewasitan pun nanti akan dilakukan pelatihan,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Pengcab PSTI Kabupaten Tangerang, Dr. Yudi Nursapyudin, menjelaskan bahwa materi yang diberikan selama coaching clinic disusun secara komprehensif. Peserta memperoleh pembelajaran mengenai teknik dasar, strategi permainan, peningkatan kemampuan lanjutan, hingga pemahaman mengenai standar kompetensi wasit dalam pertandingan sepak takraw.
Menurut Yudi, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah. Ia menilai pembinaan yang dimulai dari sekolah akan memperluas peluang lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing pada tingkat regional maupun nasional.
Yudi juga mengaitkan penyelenggaraan coaching clinic dengan capaian Kabupaten Tangerang pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), di mana kontingen sepak takraw berhasil meraih medali perunggu. Prestasi tersebut, menurutnya, menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara lebih sistematis.
“Nanti kan ada perlombaan antar gugus ya, baik gugus SD dan SMP. Karena kita Kabupaten Tangerang kemarin di POPDA berhasil mendapatkan medali perunggu ya, ini bukti keseriusan semuanya dalam berlatih agar dapat hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap para guru PJOK yang mengikuti pelatihan dapat menjadi agen pembinaan di sekolah masing-masing, sehingga olahraga sepak takraw semakin dikenal dan diminati oleh peserta didik sejak usia dini.
“Kita berharap, agar seluruh atlet Sepak Takraw di Banten khususnya Kabupaten Tangerang ini dapat terus berkembang, menghasilkan bibit-bibit muda yang berbakat dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Dengan dukungan yang baik dari semua pihak, kita yakin sepak takraw bisa menjadi salah satu cabang olahraga unggulan daerah kita,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, memberikan apresiasi terhadap inisiatif PSTI Kabupaten Tangerang dalam menyelenggarakan coaching clinic bagi guru PJOK. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi olahraga dan dunia pendidikan merupakan langkah strategis untuk memperluas pembinaan olahraga di lingkungan sekolah.
Dadan menilai peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran olahraga sekaligus membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang selama ini belum teridentifikasi secara optimal.
“Saya berharap kegiatan ini bisa di follow up di masyarakat tentang olahraga sepak takraw yang nantinya dapat menggali potensi-potensi muda sepak takraw yang selama ini belum terjamah,” tukasnya.
Melalui Coaching Clinic Sepak Takraw 2026, PSTI Kabupaten Tangerang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menegaskan komitmen untuk membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan institusi pendidikan diharapkan mampu memperkuat prestasi sepak takraw Kabupaten Tangerang sekaligus melahirkan generasi atlet yang kompetitif di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.







