Teropongpost, Kab. Tangerang,- Aksi Demonstrasi Teluknaga berlangsung memanas di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu (22/04/2026), saat dua kelompok massa terlibat adu argumen terkait konflik alih fungsi lahan persawahan.
Dalam aksi Demonstrasi Teluknaga tersebut, dua kelompok demonstran yang sama-sama berasal dari wilayah Teluknaga menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka di hadapan pemerintah daerah.
Kedua kubu Demonstrasi Teluknaga tampak saling berhadapan sambil membawa spanduk dengan isi yang berlawanan, yakni kelompok yang mendukung dan menolak rencana alih fungsi lahan pertanian.
Situasi sempat memanas ketika masing-masing kelompok saling melontarkan pernyataan keras melalui pengeras suara, sehingga memicu ketegangan di lokasi aksi.
Koordinator aksi dari kelompok Pribumi Bersatu, Heri, menegaskan bahwa kewenangan terkait penertiban izin alih fungsi lahan bukan berada di tingkat desa maupun kecamatan.
“Kewenangan menertibkan izin alih fungsi lahan dari pusat, bukan kades maupun camat,” tegas Heri di tengah aksi.
Sementara itu, kelompok yang mendukung alih fungsi lahan juga menyuarakan aspirasi mereka dengan penuh semangat, menilai bahwa perubahan tersebut diperlukan untuk kemajuan wilayah.
Salah satu orator dari kubu pendukung menyampaikan bahwa masyarakat Teluknaga ingin adanya perkembangan dan tidak tertinggal dari wilayah lain.
Ia juga meminta pihak luar yang bukan warga Teluknaga untuk tidak ikut campur dalam persoalan tersebut karena dampaknya dirasakan langsung oleh warga setempat.
Di tengah ketegangan aksi, aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP terlihat berjaga ketat untuk mengantisipasi potensi kericuhan.
Berkat pengamanan tersebut, aksi demonstrasi tetap berlangsung terkendali meskipun diwarnai adu argumen antara kedua kelompok massa.







