HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ribuan Pekerja PHI Pastikan Produksi Migas untuk Ketahanan Energi Nasional

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ribuan Pekerja PHI Pastikan Produksi Migas untuk Ketahanan Energi Nasional
Teropongpost, BALIKPAPAN — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai para pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui kontribusi langsung dalam menjaga keberlangsungan produksi minyak dan gas bumi. Lebih dari 4.700 pekerja PHI, anak perusahaan, dan afiliasinya tetap menjalankan operasi hulu migas untuk memastikan pasokan energi nasional terus tersedia.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera secara serentak di berbagai fasilitas operasi hulu migas PHI, baik offshore maupun onshore, yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Jakarta, Senin lalu. Di tengah aktivitas produksi yang berlangsung selama 24 jam, para pekerja tetap menjalankan fungsi masing-masing untuk menjaga kesinambungan operasi.

Bagi pekerja PHI, keberlangsungan kegiatan produksi menjadi salah satu bentuk nyata mengisi kemerdekaan pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target perusahaan, tetapi juga berhubungan dengan kebutuhan energi, aktivitas ekonomi, dan pembangunan nasional yang membutuhkan pasokan minyak dan gas secara berkelanjutan.

Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Menurutnya, kontribusi pekerja di lapangan diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara konsisten di tengah tuntutan operasional hulu migas.

Read More

“Bagi pekerja yang berlokasi di lapangan-lapangan migas di Kalimantan, semangat kemerdekaan diwujudkan dengan terus menjalankan tugas dalam kegiatan operasi yang berjalan 24 jam untuk memastikan energi terus mengalir bagi kebutuhan pembangunan dan kemajuan Indonesia,” ujar Muharram.

Ia menjelaskan, dinamika industri hulu migas terus mengalami perkembangan, baik dari aspek operasional maupun bisnis. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk menjaga kesinambungan investasi, meningkatkan keandalan operasi, serta memastikan kegiatan produksi berlangsung secara konsisten.

PHI, lanjut Muharram, terus memperkuat investasi sebagai bagian dari strategi menjaga kesinambungan produksi migas sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Orientasi tersebut diarahkan agar hasil produksi dari wilayah operasi perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kami ingin memastikan setiap barel minyak dan setiap kaki kubik gas yang diproduksikan oleh perusahaan akan memberikan kontribusi bagi ketahanan energi Indonesia serta menghasilkan dampak berganda bagi masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Salah satu pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI berlangsung di anjungan lepas pantai PHM di Lapangan Bekapai. Sebanyak 90 pekerja dari fungsi Production (PO), Project (PRJ), Health, Safety, Security and Environment (HSSE), serta Support Marine & Logistic (SUP) mengikuti kegiatan tersebut.

Keterlibatan pekerja dari berbagai fungsi juga terlihat dalam pelaksanaan tugas sebagai petugas upacara. Karena kegiatan berlangsung di fasilitas produksi lepas pantai dengan karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda dari kegiatan di darat, seluruh rangkaian acara tetap dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan.

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menilai keterlibatan pekerja dalam peringatan kemerdekaan menunjukkan bahwa kontribusi kepada bangsa dapat diwujudkan melalui pelaksanaan pekerjaan secara profesional. Dedikasi tersebut, menurutnya, berjalan beriringan dengan upaya PHI dan seluruh anak perusahaan serta afiliasinya mencapai target produksi migas.

Pada Semester I 2026, PHI membukukan produksi minyak sebesar 59,3 ribu barel per hari. Sementara itu, produksi gas tercatat mencapai 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Capaian tersebut masing-masing setara dengan 116,1 persen dan 105,4 persen dari target perusahaan untuk tahun 2026.

“Semangat para pekerja PHI tersebut sejalan dengan dedikasi dan kinerja mereka dalam mencapai target produksi migas perusahaan serta target produksi nasional,” ujar Dony.

Selain mempertahankan produksi, aspek keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi PHI. Hingga Semester I 2026, perusahaan mencatat 73,1 juta jam kerja selamat tanpa Number of Accident (NoA), dengan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,03.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kesinambungan operasi tidak semata-mata diukur melalui volume produksi. Keandalan kegiatan hulu migas juga membutuhkan penerapan standar keselamatan secara konsisten agar target produksi dapat dicapai tanpa mengabaikan perlindungan terhadap pekerja dan lingkungan operasi.

Bagi PHI, produksi migas dari wilayah Kalimantan memiliki arti strategis dalam menopang kebutuhan energi sekaligus aktivitas ekonomi nasional. Karena itu, keberlanjutan operasi dipandang sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi Indonesia.

Dony menegaskan bahwa setiap pekerja memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kesinambungan operasi dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas. Prinsip tersebut menjadi bagian dari budaya kerja yang diterapkan dalam aktivitas produksi maupun kegiatan pendukung lainnya.

“Kami percaya ketersediaan dan ketahanan energi menjadi fondasi dalam pertumbuhan dan pembangunan Indonesia. Untuk itulah, PHI dan seluruh pekerjanya tiada henti bekerja dan terus mencari peluang untuk menemukan dan mengembangkan sumber daya energi yang ada di wilayah Kalimantan di mana kami beroperasi,” pungkas Dony.

PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola kegiatan operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya bekerja sama dengan SKK Migas dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Pada 2025, PHI mencatat produksi minyak sebesar 58 ribu barel per hari (MBOPD), sedangkan produksi gas mencapai 630 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Data tersebut menjadi bagian dari kinerja perusahaan dalam mengelola sumber daya migas di wilayah operasinya.

Dengan wilayah operasi yang tersebar di Kalimantan, PHI terus mengembangkan sumber daya minyak dan gas bumi dengan mengedepankan prinsip keselamatan, efisiensi, keandalan, kepatuhan, serta perhatian terhadap aspek lingkungan. Dalam konteks HUT ke-81 Kemerdekaan RI, komitmen tersebut menempatkan keberlanjutan produksi energi sebagai salah satu bentuk kontribusi konkret perusahaan bagi pembangunan Indonesia melalui semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment