Teropongpost, Tangsel, -Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi dibuka pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Lapangan Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel.
Acara ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari karnaval budaya, Festival Lebaran Betawi, Padepokan Silat Tradisi, hingga pertunjukan musik tradisional Gambang Kromong yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari. Pertunjukan tersebut melibatkan beberapa padepokan dan perguruan seni yang ada di Kota Tangsel, khususnya di Kecamatan Ciputat Timur.
Ketua Lembaga Budaya Betawi (LBB) Kota Tangsel, Abdul Karim, menjelaskan bahwa kegiatan “7 Calendar of Event” merupakan agenda roadshow budaya yang baru pertama kali digelar tahun ini. Acara ini akan dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan.
“Agenda hari ini adalah pembukaan rangkaian 7 Calendar of Event Kota Tangerang Selatan. Roadshow pertama dimulai di Kecamatan Ciputat Timur dan akan berlangsung selama dua hari, yaitu 9-10 Mei 2026,” ujarnya.
Menurut Abdul Karim, kegiatan ini tidak hanya menjadi sumber hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai wadah ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya lokal untuk terus melestarikan tradisi di tengah perkembangan kota yang semakin modern.
“Pelaksanaan kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan mengandalkan partisipasi berbagai pihak, termasuk dukungan masyarakat dan tokoh budaya,” tuturnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap perhatian dari pemerintah daerah serta anggota legislatif terhadap pelestarian budaya lokal dapat terus ditingkatkan.
“Kami ingin budaya tetap menjadi milik bersama dan menjadi identitas masyarakat Kota Tangsel,” tegasnya.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara rutinitas, melainkan bagian dari identitas sejarah dan kearifan lokal yang harus terus dijaga bersama.
“Kota Tangerang Selatan memiliki keragaman budaya yang luar biasa, dan budaya Betawi menjadi salah satu akar penting yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Bahkan, identitas Betawi dijadikan sebagai salah satu logo atau ciri khas daerah, seperti rumah blandongan yang menjadi simbol kota,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan yang konsisten menjaga, merawat, dan memperkenalkan budaya Betawi kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan budaya.
“Gebyar Tradisi Betawi ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang silaturahmi, edukasi, sekaligus pelestarian budaya melalui seni, kuliner, pakaian adat, musik tradisional, hingga tradisi Betawi yang dipertunjukkan. Hal ini memastikan bahwa anak-anak muda Tangsel tetap mengenal jati diri budayanya,” tambah Benyamin.
Menurutnya, kota yang maju bukan hanya kota dengan infrastruktur modern, tetapi juga kota yang kuat karakter budayanya.
“Oleh sebab itu, kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan, lebih mulia, kreatif, dan mampu menjadi daya tarik budaya serta wisata Kota Tangerang Selatan,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut selain Wali Kota Tangsel turut hadir pula Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama bersama seluruh Lurah se-Kecamatan Ciputat Timur, Polsek Ciputat Timur, Koramil Ciputat Timur, beberapa tokoh masyarakat, dan para tamu undangan lainnya.







