Teropongpost, Tangsel,- Kondisi Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, kini kembali terlihat bersih setelah dilakukan pengangkutan tumpukan sampah pada Rabu malam (7/1/2026) oleh armada Dinas Lingkungan Hidup Tangsel. Pasca pengangkutan, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan langsung melakukan penyemprotan di area bekas penumpukan sampah guna menghilangkan sisa kotoran dan bau tak sedap. Camat ciputat melakukan responsif terhadap Sampah di lingkungan pasar Cimanggis dengan adanya posko.
Pantauan di lokasi pasar cimanggis pada Kamis (8/1/2026) menunjukkan area pasar sudah jauh lebih tertata dan bersih dibandingkan sebelumnya, setelah sempat dikeluhkan warga akibat sampah yang menggunung kepada Camat Ciputat.
Camat Ciputat, H. Mamat, yang ditemui di lokasi, menyampaikan bahwa penanganan sampah ini merupakan langkah awal dan membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Ia mengimbau agar warga tidak kembali membuang sampah sembarangan di area pasar.
“Setelah ini kami mohon kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah lagi sembarangan. Sampai sekarang masih banyak yang datang membawa kantong sampah,” ujar H. Mamat.
Darurat sampah di semua wilayah tangsel, selalu di sibukan para camat sekota Tangerang Selatan untuk turun ke lokasi tumpukan sampah, akibat laporan warga ironinya berbading terbalik dengan pejabat Dinas Lingkungan Hidup yang memang tupoksinya tidak pernah ada di lokasi tumpukan sampah dengan kondisi tangsel darurat sampah.
Masyarakat Ciputat untuk kawasan perumahan mengeluhkan dengan keadaan seperti ini, karena warga di perumahan setiap bulan membayar iuran sampah dan tentunya iuran ini masuk ke kas daerah kota tangsel, sehingga dengan darurat sampah di trotoar sepanjang jalan di hiasi dengan pameran sampah, terutama di spot pasar di wilayah ciputat.
Menurutnya, permasalahan serupa tidak hanya terjadi di Pasar Cimanggis, namun juga di sejumlah titik lain seperti Pasar Jombang. Pemerintah Kecamatan Ciputat, kata dia, akan melakukan penanganan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama dinas terkait dan pengelola pasar.
“Untuk Pasar Jombang rencananya juga akan kami bantu secara bertahap. Nanti akan kami rapatkan dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan berkomunikasi dengan pengelola pasar agar pengelolaan sampahnya lebih baik dan tidak berantakan seperti yang terjadi di Cimanggis,” jelasnya.
H. Mamat menambahkan, persoalan sampah di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian serius pemerintah wilayah. Oleh karena itu, selain penindakan dan pengangkutan, pihaknya juga akan mengedepankan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Harapan kami ke depan, pertama masyarakat bisa lebih sadar dan tidak membuang sampah sembarangan. Kami juga akan terus melakukan edukasi agar warga bisa memilah sampah organik dan nonorganik di rumah tangga masing-masing untuk bisa diolah,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian pembuang sampah berasal dari luar wilayah pasar, meski mayoritas masih dari warga sekitar Tangerang Selatan. Untuk itu, pengawasan dan kerja sama lintas pihak akan terus diperkuat agar persoalan sampah tidak kembali terulang.






