Jalan Poros Kabupaten Lebak Di Kampung BatuKarut Desa Buyut Mekar Jadi Sorotan Publik Dan Jadi Kubangan Kerbau

Jalan Poros Kabupaten Lebak Di Kampung BatuKarut Desa Buyut Mekar Jadi Sorotan Publik Dan Jadi Kubangan Kerbau
Teropongpost Lebak banten –Kondisi jalan poros kabupaten di Kampung Batukarut RT 0001/RW 0003, Desa Buyut Mekar, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menuai sorotan tajam. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (27/02/2026) itu disebut warga sangat ironis dan menyentil slogan pembangunan daerah. Jalan yang menjadi akses utama penghubung Desa Buyut Mekar dan Desa Ciuyah tersebut kini rusak parah dan berlumpur.

Saat musim hujan tiba, jalan poros kabupaten itu berubah bak “kubangan kerbau”. Genangan air bercampur lumpur tebal menutup badan jalan, membuat kendaraan sulit melintas. Tak sedikit pengendara roda dua yang terguling, sementara kendaraan roda empat kerap terperosok dan selip di titik-titik tertentu.

Warga menilai kerusakan jalan tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur biasa. Jalan itu merupakan urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat sehari-hari. Kerusakan yang tak kunjung diperbaiki dianggap sebagai bentuk kurangnya perhatian serius dari pemerintah daerah.

Read More

Pantauan di lokasi menunjukkan anak-anak sekolah harus berjalan perlahan menyusuri lumpur demi sampai ke sekolah. Sepatu dan seragam mereka kerap kotor sebelum tiba di tempat belajar. Para pedagang sayur pun menjadi korban; beberapa di antaranya dilaporkan terjatuh akibat licinnya jalan hingga menyebabkan dagangan rusak.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Lebak. “Pagi-pagi berangkat masih rapi, pulangnya malah kotor karena jalan becek dan berlumpur. Banyak tukang sayuran pada jatuh karena licinnya jalan ini. Katanya Lebak Ruhay, tapi kenyataannya jalan kok seperti ini. Kami minta segera diperbaiki,” ujarnya dengan nada kecewa.

Warga lain menambahkan bahwa mereka sudah lelah mengeluh. “Anak-anak harus berjuang ke sekolah, pedagang dagangannya rusak, bahkan warga lansia pun kesulitan. Kalau pemerintah desa dan kabupaten tidak segera turun tangan, kami tidak tahu sampai kapan kondisi ini akan bertahan. Kami hanya ingin jalan yang layak, bukan mewah, tapi bisa dilalui dengan aman,” katanya.

Menurut masyarakat, keluhan ini bukan sensasi atau mencari perhatian, melainkan jeritan warga kecil yang setiap hari harus melintasi jalan berlumpur demi mencari nafkah dan menuntut ilmu. Mereka menilai kondisi ini bertolak belakang dengan semangat pembangunan yang kerap digaungkan.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak agar segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan darurat maupun pengalokasian anggaran perbaikan permanen. Mereka juga meminta pemerintah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi riil di lapangan.

“Ini jalan poros kabupaten, akses utama warga. Jangan sampai dibiarkan terus. Kami butuh tindakan nyata,” ujar warga lainnya menegaskan.

Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi Kepala Desa Buyut Mekar terkait kondisi jalan tersebut, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban yang diberikan. Hal ini semakin menambah kekecewaan masyarakat yang menanti respons cepat dari pemerintah.

Kondisi jalan rusak ini pun mulai menjadi perhatian publik dan berpotensi viral di media sosial. Warga berharap slogan pembangunan dan kesejahteraan di Kabupaten Lebak bukan sekadar narasi, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk perbaikan infrastruktur yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.