Teropongpost Serang, Banten — Aktivitas Mega Proyek Sawah Luhur kembali menuai kecaman keras dari masyarakat setempat dan kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten. Proyek yang sebelumnya sempat dihentikan karena diduga belum memiliki izin lengkap itu kini kembali beroperasi, bahkan dilakukan pada malam hari, sehingga memicu keresahan dan kemarahan warga Sawah Luhur dan masyarakat umum.5/02/2026.
Perwakilan masyarakat Sawah Luhur Bunda Umi menilai proyek tersebut sejak awal dijalankan secara tertutup, tanpa transparansi, serta tidak melibatkan masyarakat yang terdampak langsung. Aktivitas pengurugan lahan empang dan sawah produktif dinilai telah merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup petani serta nelayan setempat.
“Kami tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan maupun pengambilan keputusan. Sawah dan empang kami diurug begitu saja, bahkan dikerjakan pada malam hari. Ini bukan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, tapi pembangunan yang mengorbankan rakyat,” tegas Bunda Umi perwakilan masyarakat Sawah Luhur.
Masyarakat juga mempertanyakan kejelasan dokumen perizinan proyek, termasuk AMDAL, yang hingga kini tidak pernah disosialisasikan secara terbuka kepada warga.
Kritik tersebut diperkuat oleh Wildan perwakilan mahasiswa Di Bantenn yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten.
Mahasiswa menilai Mega Proyek Sawah Luhur sarat dengan persoalan administrasi, sosial, dan lingkungan, serta mencerminkan wajah pembangunan yang lebih mengutamakan kepentingan modal dibandingkan hak-hak rakyat.
“Pembangunan yang dijalankan secara diam-diam, tanpa transparansi, dan tanpa partisipasi publik adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip keadilan sosial. Negara seharusnya berdiri di pihak rakyat, bukan menjadi pelindung kepentingan segelintir elite,” ujar Wildan. perwakilan mahasiswa.
Sebagai bentuk perlawanan terorganisir, Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten menyatakan akan menggelar Aksi Akbar yang melibatkan masyarakat Sawah Luhur, mahasiswa, serta elemen rakyat lainnya. Aksi tersebut bertujuan untuk menyatukan gerakan , dan mengawal bersama-sama terkait polemik Mega proyek sawah luhur tersebut.
“Seruan Aksi Akbar nanti adalah ruang persatuan rakyat. Ketika pembangunan dijalankan secara sewenang-wenang dan menutup suara masyarakat, maka perlawanan adalah keniscayaan,” tegas Wildan perwakilan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten.
Mahasiswa mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera menghentikan seluruh aktivitas proyek, membuka dokumen perizinan secara transparan, serta melakukan dialog terbuka dengan masyarakat.
Lanjut Di pertegas oleh Ketua Pusat Macan Kulon yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten menyatakan
“Macan Kulon akan turut serta turun aksi dan mengerahkan seluruh anggotanya yang berada di Banten untuk membersamai masyarakat sawah luhur yang menjadi korban dampak sosial lingkungan dengan adanya pembangunan tersebut dan menjadi garda terdepan dalam aksi tersebut. Ujarnya






